Kamis, 14 April 2011

Upgrade Honda Absolute Revo 110, Hanya Dengan Rp 800 Ribu

Upgrade Honda Absolute Revo 110, Hanya Dengan Rp 800 Ribu


Tangerang - Bikin performa tunggangan tambah mak nyuss, banyak cara yang bisa ditempuh. Namun dengan budget terbatas dan hasil tetap optimal, bukanlah hal mudah. Tapi bukan berarti hal ini enggak bisa dikerjakan. Semua ada solusinya Bro!

Sebut saja Triono, pembesut Honda Absolute Revo lansiran 2009. Lantaran performa tunggangannya dirasa kurang mumpuni saat menerabas kemacetan, serta larinya kurang ngacir saat melewati trek lurus sepanjang perjalanannya pergi pulang (PP) Cimone–Ciledug, Tangerang (sekitar 20 km), pegawai swasta ini order dongkrak performa tunggangannya di Ultraspeed Racing (UR).

“Intinya dibikin tambah ganas dan beringas, sehingga PP rumah ke tempat kerja lebih cepet. Tapi enggak harus merusak peranti orisinalnya. Namun dengan dana yang terbatas, yakni Rp 800 ribu,” pinta Triono.

Tahu kemauan pelanggan, Muh. Supriyadi, kepala mekanik UR yang bermarkas di Jl. H. Mencong No.42 Ciledug, Tangerang, langsung menggarapnya. “Untuk hal ini, saya sudah punya ramuan pas serta bisa tambah power 1,5–2 dk. Pengerjaannya cukup sehari, dengan biaya total Rp 765 ribu,” tawar pria akrab disapa Choky ini.

Noken as Kawahara, bikin buka tutup klep lebih cepat (kiri). Pilot jet ukuran 38, agar suplai bensin lebih optimal (kanan)

Penasaran apa saja yang dilakukan Choky? Lebih detailnya, yuk kita sambangi UR. “Tidak ada yang istimewa kok, cuma ganti paking blok lebih tipis dan pasang beberapa part racing seperti; noken as aftermarket, knalpot model freeflow, koil racing dan penggantian pilot jet lebih besar,” beber Choky.

Langkah awal, untuk ngejar kompresi di ruang bakar makin padat, Choky melepas paking blok orisinalnya yang kemudian diganti paking blok bikinannya sendiri (custom) lebih tipis. “Tebal paking orisinal 0,4 mm, gantinya 0,2 mm,” ujarnya.

Lalu agar tenaga tunggangan bertambah, aplikasi knalpot freeflow SKR seharga Rp 150 ribu. “Ditambah pemasangan noken as berlabel Kawahara yang biasa dijajakan Rp 300 ribu. Buka tutup klep lebih cepat, sehingga suplai BBM ke ruang bakar tambah optimal,” imbuh mekanik pengalaman lebih dari 5 tahun ini.

Lalu buat dongkrak pengapian, Choky aplikasi koil Protec seharga Rp 180 ribu. “Nah biar suplai bensin dari karburator ke ruang bakar tambah banyak, menyesuaikan ubahan, saya aplikasi pilot jet ukuran 38, standarnya 35,” yakin pria ramah ini.

Knalpot freeflow SKR. Meski suara berisik, tapi dipercaya mampu dongkrak tenaga (kiri). Koil Protec, bantu dongkrak pengapian (kanan)
Nah setelah tunggangan digarap selama kurang lebih sehari serta dilakukan penyesuaian dan setting ulang karburator, tunggangan dites pakai mesin dynamometer DYNOmite milik UR.

Sebelum di-upgrade, kondisi masih standar, diperoleh power puncak 7,49 dk/8.309 rpm dan torsinya 8,14 Nm/5.769 rpm. Setelah di-upgrade tercatat power maksimalnya 10,38 dk/8,854 rpm dan torsi 8,75 Nm/8.162 rpm. Ini menunjukkan ada kenaikan power sebesar 2,89 dk sedang torsinya bertambah 0,61 Nm.

Asyik, kan? (motorplus.otomotifnet.com)

Daftar harga part
Paking blok custom: Rp 10 ribu
Knalpot SKR: Rp 150 ribu
Noken as Kawahara: Rp 300 ribu
Koil Protec: Rp 180 ribu
Pilot jet: Rp 25 ribu
Ongkos pengerjaan: Rp 100 ribu
Total: Rp 765 ribu
Hasil Dyno
Standar Upgrade Kenaikan
Power 7,49 dk/8.309 rpm 10,38 dk/8,854 rpm 2,89 dk
Torsi 8,14 Nm/5.769 rpm 8,75 Nm/8.162 rpm 0,61 Nm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar