Selasa, 04 November 2008

Ceper Fungsional Nan Berkilau, Honda Astrea Grand 1992






Nama Honda Astrea Grand di kancah otomotif roda dua memang sudah tidak usah diragukan lagi. Punya mesin bandel dan irit, motor ini memang sempat jadi salah satu incaran para antusias penggila roda dua. Secara umum, desain standard body motor ini memang kurang begitu sporty dan terkesan biasa saja. Namun hal tersebut bukanlah halangan bagi Deby (21) untuk memodif Honda Astrea Grand miliknya agar nampak eye catchy dan bergaya.

Tampil bersahaja di final Djarum Black Motodify (DBM) Solo 2008, ubahan modif yang dilakukan Deby dan PMMC (Prima Modify Motor Cycle) terbukti spesial dan mampu berbicara banyak. Tak heran jika dua penghargaan bergengsi sebagai jawara The Coolest Blink-Blink dan Too Damn Low mampu diraih motor buah kreasi anak-anak asli Sukabumi, Jawa Barat ini. Tema ceper fungsional yang ditunjang dengan tampilan kelir warna biru nan berkilau memang makin menambah nilai plus motor ini.

Adi, Evan dan Deby

Mengenai ubahan modif pada Sang Astrea Grand 1992 ini, Adi selaku modifikator mengungkapkan "Perubahan motor ini hanya sekitar shock breaker depan, belakang, cover lampu depan, dan jok-nya. Sisanya body hanya divacum saja," katanya menjelaskan. Ditanya tentang keunggulan kaki-kaki cepernya sehingga bisa meraih juara 1 kategori Too Damn Low, pria ramah ini mengungkapkan, "Kalau menang di ceper, kita menggunakan model hidraulik. Kesulitannya ialah sewaktu membuat urial semacam per itu agar bisa lebih fungsional". "Untuk bahan-bahannya sendiri dalemannya masih pakai yang orisinil terus per shocknya dipotong kemudian ditambah semacam mur lagi tapi dratnya yang kasar," lanjunya menambahkan.

Adapun total biaya yang dihabiskan Deby untuk memodif motor ini kira-kira memakan waktu sekitar Rp. 12 juta. Kemenangan ini memang jadi ajang pembuktian Deby dan bengkel modifikasi PMMC yang dikomandoi Adi dan Efan ini agar mampu terus berkarya dan bisa menghasilkan motor yang lebih hebat lainnya. Tentang kemenangannya di final DBM Solo ini, Deby sang empunya mengaku senang dan puas karena waktu 3 bulan yang disisihkan untuk pengerjaan motor mendapat hasil yang setimpal. [mot/timABT]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar