Selasa, 04 November 2008

1999 Suzuki Satria, Modifikasi "Warisan" Gokart Ala HIMA





Jika sebuah karya modifikasi cenderung membela nama sebuah klub, lain hal dengan kreasi hiper yang satu ini. Mengusung nama HIMA atau lazim diartikan sebagai Himpunan Mahasiswa, sang Gokart warisan berjantung Satria ini hadir pada gelaran Djarum Black Motodify Denpasar Bali 2008 (26-27/7) sebagai salah satu eksistensi karya dan kreasi positif para anak-anak Fakultas Teknik UNUD.

"Awalnya projek ini hasil ide iseng-iseng para alumnus aja mas, tapi setelah direalisasikan dan dissuport penuh oleh pihak kampus, kini malah menjadi warisan berharga di fakultas kami," tutur Andri (22), wakil ketua HIMA Fakultas Teknik UNUD ekstensi periode 2008 pada tim www.autoblackthrough.com mengisahkan.

Yap, alkisah, berawal dari diskusi sesama tongkrongan yang dilakoni oleh Lengis, Kade, Kluyak dan (alm) Kentung. Ide yang awalnya didasari oleh kejenuhan melihat kreasi modifikasi yang masih berbentuk umum di Bali, menjadikan gagasan modifikasi "gokart" pun terlintas dibenak para punggawa HIMA angkatan 2002 tersebut.



Dengan bermodal nekat dan proposal resmi, mereka pun mengajukan ide "tongkrongan" ini pada pihak kampus. Yang secara luar dugaan ternyata disambut cukup baik. "Sebenarnya banyak yang tidak percaya mereka bisa, tapi toh akhirnya berhasil juga dan hanya butuh waktu dua minggu saja," tambah Andri, yang juga merupakan adik kelas dari kelima modifikator.

Meski memiliki latar belakang ilmu yang cukup membantu banyak, namun Andri menceritakan beberapa kesulitan sempat ditemui oleh para pembuat, yang diantara lain pada presisi rangka dan ban gokart yang tidak begitu banyak dijual di Bali. Dengan menghabiskan biaya total 15 Juta, mobil balap mini yang sebagian besar dikerjakan di bengkel bertempat di Jalan Nangka ini akhirnya rampung juga.


HIMA Fakultas Teknik UNUD

"Kalau saat ini kami hanya mengubah beberapa sektor finishing saja, sedangkan untuk sektor lain masih asli seperti dulu," ungkap Andri menambahkan.

Dan dalam keikutsertaan pertama kalinya di kontes modifikasi roda dua paling bergengsi di tanah air, Djarum Black Motodify. Sang "warisan" HIMA ini mampu menyabet gelar kedua sebagai The Best Concept Bike di bawah juara pertama asal Cirebon dengan Vega Willys-nya ( baca : Motodify Bogor 2008 (7-8 Juni 2008) : Yamaha Vega Willys Miniatur 1944, Memang Edan..! )

"Seneng banget bisa menang, meski juara dua. Yang pasti kami dari HIMA Fakultas Teknik UNUD sangat bangga, dan hadiah ini juga kami persembahkan buat para alumnus, pihak kampus dan terutama untuk sang almarhum Kentung yang telah berpulang tak lama setelah mobil ini rampung," tambah Andri yang memiliki target untuk membuat gokart ini mundur sedikit mengenang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar