Tampilkan postingan dengan label motor matic. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motor matic. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Juli 2011

Memilih dan Merawat Roller yang Tepat Untuk Motor Matic

thunder velg moge bodi racing juviter mx tabloid aura edisi aniz sugiono kawasaki ninja seken modifikasi mesin motor cb 125 menjadi mesin balap inspirasi modif new yamaha byson pake knalpot racing mobil swift putih in lampung city vario cbs modification video revo modifikasi masalah kelistrikan hyosung abah custom bodi custom mio soul fiber cara mengatasi rusaknya cat mesin satria f yamaha scorpio yang di air brush lebih irit king apa ninja ss? sticker variasi motor mio soul tahun 2011

Memilih dan Merawat Roller yang Tepat Untuk Motor Matic

Fungsi roller pada motor matic adalah untuk memberikan tekanan keluar pada variator hingga dimungkinkan variator dapat membuka dan memberikan sebuah perubahan lingkar diameter lebih besar terhadap belt drive sehingga motor dapat bergerak. Kinerja variator ini sangat ditentukan oleh Roller, baik itu bentuk maupun bahan roller, dan yang terpenting adalah berat dari roller.

Bentuk roller yang baik harus lah berbentuk bundar, bentuk bundar dan sempurna mempermudah pergerakan dari variator, bila bentuknya sudah tidak bundar, maka sudah waktunya Anda mengganti Roller motor matic Anda. Bahan yang dipergunakan biasanya terbuat dari bahan teflon karena sifatnya yang licin, keras, dan tahan panas.

roller1.jpg

Meningkatkan Aselerasi dan Top Speed

Dikarenakan roller sangat berpengaruh terhadap perubahan variabel dari variator, tentu akan sangat berpengaruh terhadap performa motor matic. Aselerasi dan Top Speed sulit didapatkan secara bersamaan dalam sebuah motor matic tanpa meningkatkan kinerja dapur pacu. Dalam meng-”utak-atik” roller, Anda hanya akan dihadapkan pada pilihan: “Aselerasi” atau “Top Speed”.

Bila kita sering melakukan perjalanan di dalam kota, melewati kemacetan, kondisi yang “stop and go”, dan jarak yang tidak terlalu jauh, pilihan Anda sebaiknya adalah Aselerasi. Aselerasi akan lebih baik bila Roller memiliki berat lebih ringan. Misalnya, bila berat standard dari roller yang dipergunakan adalah 13 Gram, Anda akan mendapatkan sensasi aselerasi ini dengan menggunakan roller 12 Gram.

Namun bila Anda sering melakukan perjalanan antar kota dengan jarak yang cukup jauh atau bahkan touring dengan rekan – rekan Anda. Pilihan Top Speed lebih cocok dipergunakan. Sama dengan contoh kasus diatas, Top speed yang lebih baik akan Anda peroleh dengan mengganti Roller dengan yang lebih berat dari berat standard, misalnya 14 Gram.

Membersihkan Roller

Membersihkan Roller secara berkala juga diperlukan, dengan menggunakan bensin dan kuas, Anda dapat menghilangkan debu-debu dan kotoran yang menempel. Untuk beberapa jenis motor matic yang memerlukan pelumasan (grease) pada roller, memerlukan pemeriksaan dan perawatan lebih sering dari pada yang tidak menggunakan pelumasan.

Aselerasi dan Topspeed Bersamaan

Saat ini, saya menggunakan Roller yang terbilang tidak biasa, roller yang tidak bundar. Roller yang saya pergunakan sekarang adalah produksi dari Dr. Pulley dari Taiwan, yang disebut dengan Sliding Roller. Dengan mempergunakan berat kombinasi 12 dan 13 gram, tarikan terasa lebih merata pada tarikan awal, aselerasi, maupun pada putaran tinggi. Aselerasi dan Deselerasi juga cukup mengagumkan…

roller-sr.png

Roller ini terbilang cukup unik, harganya pun bisa sampai 12 kali dari roller biasa. Bahan yang dipergunakan terbilang lebih awet, menurut pembuatnya ia menyebut bahan teflon ini dengan sebutan SL-9. Setelah satu tahun lebih, dan berjalan sejauh 25.000 Kilometer, kondisi Roller tersebut masih cukup bagus. Kemungkinan masih bisa dipergunakan hingga 2 tahun kedepan.

Roller Dr. Pulley ini tersedia untuk berbagai merk scooter matic yang beredar di Eropa dan Taiwan seperti Yamaha Majesty (125 dan 250), Honda, Kymco, Suzuki Skywave 250, Piaggio, GY6 Based Scooter (Kymco, SYM), Gillera, Aprilia, Malaguti, Peugeot.

Untuk beberapa Tipe Scooter Matic yang berada di Indonesia dapat juga di terapkan: Honda Vario, Suzuki Spin 125, dan Kymco semua jenis matic (Trend 125, Trend SR 125, Easy/Easy JR 100, Free LX 110, Free EX/ECX/MX 100, Dink 150, Grand Dink 250, dan Xciting 500).

Ide Konstruksi, Bahan, dan Bentuk dari Sliding Roller Dr. Pulley ini telah dipatenkan oleh penemunya, dan telah beredar ke negara-negara eropa dan Amerika.

Hasil Test Performa:
testreport.png

Cara kerja cvt pada matic

cara membuka ban belakang motor metic bentuk manipol new jupiter mx modifikasi minerva 150 vx jadi knalpot underseat gambar f1 zr modif ceper gambar jupiter mx 5 speedi cara menyetel langsam skydrive rossi diperlakukan spesial oleh ducati modifikasi mirip motor casey stoner foto-foto honda gl pro modif modif byson tips memanasi mobil standar mio ganti standar jupiter kumpulan gambar modif honda beat rancang bangun rangka atv satria fu gaya jogja

Cara kerja cvt pada matic
Banyak siswa yang menanyakan "gmana sih pak cara kerja cvt pada matic tuh? Berikut penjelasan bagaimana cvt bekerja Mungkin banyak siswa smk sekolah lain juga belum mengerti cara kerja dari mesin matik atau CVT(Continuously Varible Transmission) pada sepeda motor. Ternyata lebih sederhana dari mesin konvensional atau mesin bertransmisi. Semua komponen CVT terdapat pada boks CVT atau secara kasat mata bentuknya adalah lengan ayun sebelah kiri motor matik kita, yang terlihat begitu besar dan berat. Disitu terdapat tiga komponen utama yaitu puly depan(Drive Pulley), puly belakang(Driven Pulley) dan v-belt. Puly depan dihubungkan ke crankshaft engine(kruk-as), sedangkan puly belakang dihubungkan ke as-roda. Yang menghubungkan puly depan dan puly belakang adalah v-belt. Pada saat stationer atau putaran rendah, puly depan memiliki radius yang kecil dibandingkan dengan puly belakang atau rasio gigi ringan. Seiring dengan bertambahnya putaran mesin (rpm), maka puly depan radiusnya juga ikut membesar sedangkan puly belakang justru mengecil atau sama dengan rasio gigi berat. Untuk kerja v-belt hanya menghubungkan kedua puly tersebut agar dapat berjalan secara bergantian. Jadi saat puly depan membesar maka yang menyebabkan puly belakang mengecil adalah karena desakan dari v-belt, karena panjang v-belt selalu sama pada proses ini. Karena kerja CVT yang linear, maka mesin matik dapat menghasilkan akselerasi yang halus tanpa adanya kehilangan tenaga.

Minggu, 26 April 2009

Modifikasi Yamaha Mio

Bisa ditebak hasilnya kalau anak berusia 11 tahun punya motor dan minta dimodifikasi. Seperti yang terjadi pada Al Ghazy Nicola Bahsar. Murid kelas V SD ini "merengek" ke bokapnya (orangtua) minta dicarikan modifikator karena ingin mengubah tampilan motornya.moi retro modifikasi yamaha mio 2 Sang ayah, Agus, memercayakan Tauco Custom (TC) untuk memodifikasi Yamaha Mio 2008 milik anaknya. "Kebetulan dekat dengan rumah kami yang di Cilandak," pertimbangan Agus.


Lantaran yang minta anak kecil, Topo Goedel Atmojo, juragan TC, tak ingin melakukan perubahan ekstrem. Konsepnya, lowrider yang enak dilihat. Maka, langkah pertamanya memundurkan roda belakang 10 cm.
Bodi tak banyak yang disentuh, kecuali lampu depan. Standarnya diganti dengan Yamaha Fino yang bulat dan lucu. Penggantian ini mau tak mau harus membobok cover bodi depan. "Kali ini enggak pakai pelat, hanya solder plastik antara bodi asli Mio dengan bawaan Fino," jelas Topo. Lalu, sambungan ditutupi dengan dempul.

Bagian belakang juga enggak ada yang ekstrem, kecuali knalpot hasil desain TC. Mulai dari leher sampai bagian tengah muffler ditutup cover berbahan pelat galvanis. "Murni karya kami. Sekalian bisa jadi pelindung panas lho," komentar Topo. Cover itu dikasih aksen lubang-lubang kecil untuk memperlihatkan detail sempurna.

Sokbreker belakang standar diapkir dan masuklah punya Honda Grand. Pengganti itu terpilih karena memiliki beberapa keunggulan. Selain bentuknya yang krom, "Batang yang besar cukup menarik. Dari segi harga jauh lebih murah," beber Topo.
Kemudian, pada ujung jok belakang dikasih sissy bar yang desainnya lumayan unik. "Karena enggak mau sissy bar yang tinggi, maka dibuat pendek dengan model mahkota," belanya.
Ghazy pun sangat senang melihat motornya yang udah berubah tampilan. Ya, Yamaha Mio itu hanya sebatas dipandang saja karena usianya masih 11 tahun dan belum punya SIM.

Selasa, 07 April 2009

Low Rider dan Hot Rod Tetap Kuat



Berawal dari sekadar bolt on sampai ekstrem, semua model modif terekam selama 2008. Ramainya modifikasi lantaran banjirnya variasi pendukung. Kemudian, Thailand yang menjadi acuan juga lagi bergelimang dengan skubek.

Untuk 2009, ada beberapa style sepertinya akan semakin populer. Virus pertama low rider (LR) dan hot rod (HR). Dimulai 2008 dengan ciri modif yang bisa dikenali lewat mundurnya roda belakang atau mengubah jarak sumbu roda. Masih ada lagi yang bikin low rider kian berkelas, yakni ubahan bodi dan cat serta pemasangan variasi pendukung seperti setang dan knalpot.

Semua harus punya nada yang sama dengan irama ubahan tadi. Cirinya mengilap layaknya krom, atau gelap sekalian alias hitam pekat. Dalam perkembangannya, aliran LR dan HR bertambah ekstrem. “Misalnya bukan hanya bertambah panjang, tapi juga menjadi lebih rendah atau ceper. Artinya, bodi lebih mencium tanah,” jelas Roby Istim Mangolan.

Virus lain yang akan ramai adalah tampilan big matic. Aliran ini diadaptasi dari perkembangan di Jepang. Di sana, skubek ber-cc besar dibuat dengan body kit baru agar tampak semakin besar. Minimal yang digunakan Yamaha Majesty 250 atau Suzuki Brugman. Namun, oleh modifikator Indonesia itu bisa diaplikasi di Yamaha Mio dan teman-temannya.

Sementara itu, penganut aliran ekstrem sepertinya akan tetap menguatkan image skubek tangguh untuk semua medan. Pilihannya, tampilan seperti ATV (all terrain vehicle) atau motor empat roda.

Untuk penggila kecepatan, modifikasi di bagian mesin enggak ada habisnya. Selain di trek lurus, saat ini balapan skubek semakin banyak animonya lantaran sangat didukung ketersediaan suku cadang racing-nya.

Lebih edan lagi, pemakai skubek tak hanya main bore up, tapi sudah masuk ke tingkat engine swap alias mengganti mesin standar dengan punya skubek gede dari luar negeri. Contohnya, Suzuki Spin 125 yang sudah ganti mesin Honda Forza 250 cc.

Minggu, 15 Maret 2009

Suzuki Dynamatic Dibanderol Rp13 Jutaan


By Moch. Budi Arto

PT Indomobil Niaga Internasional (IMNI) memasang harga sekira Rp13 jutaan untuk melepas Suzuki Dynamatic ke pasar Nasional. Motor ini akan mulai beredar awal April mendatang
Hal ini diungkapkan 2W Marketing-Promotion and Dealer Development IMNI Edi Darmawan. "Harganya sekira Rp13 juta, dibawah Skywave diatas Spin," ujarnya kepada okezone.

The Dynamatic, dirancang menggunakan dapur pacu 125cc. Motor ini sempat tampil dalam ajang Jakarta Motorcycle Show 2008 silam. Saat itu nama yang diberikan pihak Suzuki yakni SD-01 dan SD-02.

Pihak IMNI menjanjikan The Dynamatic siap menyemburkan performa dahsyat serta sensasi berkendara yang mantap karena performa yang progresif serta desain yang sangat agresif. Lekuk tajam aerodinamis dynamatic memang ditujukan bagi kaula muda.

Selasa, 03 Maret 2009

Vespa S 50, Alternatif Baru Motor Matic


Perusahan automotif pembuat sepeda motor asal Italia, Piaggio, beberapa waktu lalu memperkenalkan produk barunya Vespa S 50 2009. Scooter mungil ini dirancang sebagai alternatif kendaraan di kota-kota besar.

Walau beruasaha tampil retro mempertahankan tradisi Vespa, S 50 lebih terlihat trendy. Menggunakan engine empat tak SOHC 50cc, motor ini memang dirancang untuk penggunaan dalam kota. Sebagaimana di beritakan motorcycle-usa, Vespa telah membuat motor yang efisien dalam pemakaian bahan bakar dengan suara mesin yang halus sejak 2001.



Honda SH125, Skutik untuk Pasar Eropa


HONDA ternyata juga cukup sukses dipasaran Eropa melalui skuter matiknya. Hal ini bisa dibuktikan dari larisnya penjualan Honda SH125. Dan kini skuter tersebut dirilis generasi terbarunya.

Seperti diberitakan Motorcyclenews, sejak kemunculan perdananya, Honda SH125 memang didesain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Eropa akan motor yang irit bahan bakar, mudah penggunaannya, serta nyaman dan menyenangkan untuk dikendarai.

Meskipun hanya ditunjang oleh pelek 16 inci yang dipadu ban ukuran 100/80 di depan dan 120/80 dibelakang, kontras dengan karakter tubuh masyarakat Eropa yang besar, namun ternyata skuter matik ini begitu digemari karena kesederhanaannya.

Menggunakan engine 125 cc 4 langkah yang digerakaan melalui transmisi otomatik memang sepertinya tidak merepotkan bagi pengguna kendaraan roda dua di sana. Apalagi mesin SH125 telah dibekali teknologi PGM-Fi SOHC, yang membuat motor seberat 120 kg ini irit dalam konsumsi bahan bakar.

Walau irit, SH125 tetap mampu digeber hingga 13 hp pada 9.000 rpm dengan torsi maksimum 11,5 Nm pada 7.000 rpm. Tenaga ini didapat akibat bore and stroke sebesar 52,4 mm x 57,8 mm, yang menggunakan rasio komprasi sebesar 11:1. Cukup mumpuni ketika dipakai untuk perjalanan jarak dekat.

Demi menopang postur tubuh masyarakat Eropa yang bongsor, Honda menggunakan suspensi 33 mm telescopic fork 90 mm axle travel di depan, dan dual damper swing arm 82 mm axle travel pada bagian roda belakang.


Low Rider Extreme dari Suzuki Skywave


Umumnya, modifikasi low rider didominasai dua merek, yakni kalau enggak Yamaha Mio, ya Honda Vario. Nih, sekarang ada Suzuki Skywave 125 buatan 2008 yang digarap rumah modifikasi X-16 Motor Bike. Karya rumah modifikasi di bilangan Kemayoran, Jakarta Pusat itu punya keistimewaan tersendiri di beberapa bagian.

Paling nyata, pada ban. Ring asli 16 inci diubah jadi 17 inci yang dibalut ban ukuran 200/50 profil tipis. “Tadinya hanya mau pakai ring 16 seperti aslinya. Tapi rada susah di ban, maka diakali pakai ring 17,” ungkap Johanes Hanafi, sang modifikator. Keuntungan yang dipetik, ketinggian motor tidak berubah banyak.

Minggu, 15 Februari 2009

Mio Sporty VS BeAT


PT Astra Honda Motor (AHM) sengaja meluncurkan Honda BeAT untuk menghadapi Yamaha Mio. Secara terang-terangan Siswanto Prawiroatmojo, Executive Vice President Director AHM menegaskan dengan pede, pesaing berlambang garputala itu bakal disikatnya. Apakah BeAT mampu melibas Mio Sporty? Tim Motor Plus melakukan tes komparasi terhadap dua raksasa matik di pasar Indonesia ini. Simak kelebihan dan kekurangan masing-masing. Safety Soal keamanan, BeAT memang unggul. Bukan cuma didukung secure key shutter, tapi juga ada side stand switch dan parking brake lock. Sehingga bukan cuma motor yang aman, juga pengendaranya. Kunci kontak dilengkapi pengaman, sulit bagi pencuri sekalipun menggunakan kunci T. Standar samping dilengkapi sakelar Side stand switch. Jadi, mesin tak bakal hidup jika standar belum dikaitkan. Jangan takut motor ngeloyor, sekalipun di parkir di turunan karena dilengkapi parking brake lock. Dari sosok bodi, BeAT sedikit lebih kurus dari Vario. Dibanding kompetitornya, BeAT masih tetap gendut. Terutama bagian samping sedikit lebih lebar. Sehingga porsi pengendara lebih leluasa walau ketika kaki ingin selonjor agak sempit dibanding Mio. Untungnya jarak pijakan kaki depan ditutup fitur EZ rack yang berfungsi sebagai wadah atau tempat menaruh barang ukuran kecil. Sementara untuk Mio, fitur ini baru ada jika beli di toko variasi. Pijakan Kaki Boncenger Desain pijakan kaki Mio nangkring sebelum pakai footstep model baru. Tapi sekarang justru diterapkan BeAT meski nyaris sejajar dengan pijakan pengendara di depan. Sehingga kaki boncenger tidak perlu terlalu nekuk. Namun kelemahan pijakan model ini, tidak ada alternatif pijakan lain bila kaki boncenger mulai pegal atau kesemutan karena kaki terlalu nekuk. Bagasi Dua Tingkat Soal luas dan volume bagasi, antara BeAT dan Mio Sporty beda tipis. Cuma posisinya aja yang beda. Bila Mio di belakang, BeAT di tengah atau depan tangki. Tapi lagi-lagi soal keamanan, bagasi BeAT bentuknya bukan cuma datar dan bisa dicopot dengan mudah. Tapi juga dilengkapi penutup tambahan. Maklum komponen kelistrikan dan pengapian skubek ini ada di bawah wadah bagasi. Sehingga air pun dijamin tak rembes sampai ke dalam Perbandingan Performa Sesuai hasil pengetesan di jalan, perbandingan laju grafik dynotest juga menunjukan BeAT menang responsif di putaran awal. Sementara Mio menang nafas yang lebih panjang di putaran atas. Pengetesan dyno dengan beban penyemplak 70 kg, BeAT raih power 6,2 dk saat mencapai 25 km/jam. Kenaikan power nyaris stabil sampai ke putaran atas. Tapi top-speed sampai pengujian 9.000 rpm, BeAT mentok di kisaran 90 km/jam. Sementara putaran bawah Mio memang lebih lambat. Mencapai power 6,2 dk setelah di atas 50 km/jam. Tapi, saat power BeAT mulai menurun di kecepatan 68 km/jam, Mio justru terus naik sampai power maksimal yang didapat pada kecepatan 78 km/jam. Tak heran, pada pengujian sampai 9.000 rpm, nafas atas Mio masih bisa tembus sampai kecepatan 105 km/jam, meski dengan power di bawah 4 dk. Artinya, BeAT hanya menggigit saat putaran bawah, sedang Mio digdaya pada putaran atas. Lanjut ke perbandingan power, meski selisihnya tidak jauh, maksimal power Mio lebih tinggi yaitu 6,68 dk, dibanding BeAT yang hanya raih 6,61 dk. Ingat, ini pengujian dyno dengan beban orang 70 kg. Tapi, power maksimal BeAT lebih cepat didapat, yaitu pada 7.000 rpm. Sementara Mio, baru mencapai power maksimal pada 8.000 rpm. Fakta ini makin menegaskan Mio memang lebih lambat mencapai peak power. Tapi, capaian yang didapat memang lebih tinggi dibanding BeAT. Sebagai catatan, pengujian diukur power di roda belakang. Bukan langsung dari mesin seperti yang biasa dilakukan pabrik.(Tim Motor Plus)

Honda Beat Cuma Butuh 1 Liter untuk 73 Km


Menjajal performa motor matik terbaru dari Honda yang diberi nama Beat ternyata cukup mengesankan. Jika pagi tadi belum terjawab berapa boros motor bermesin CVT 4 tak, 110 cc ini, maka kali ini sudah diperoleh jawabannya.

Melalui uji berkendara yang juga diikuti oleh Kompas.com, Honda Beat hanya butuh "minum" 1 liter bensin untuk menerobos jarak 73,514 kilometer. Perhitungan yang sama pun diperoleh puluhan jurnalis yang melakukan tes ride pada berbagai kondisi jalan di Jakarta, siang tadi, Rabu (18/6).

Bobot motor yang dilengkapi fitur- fitur keselamatan, yaitu Parking Brake Lost (sistem penguncian rem belakang seperti fungsi rem tangan pada mobil) dan Side Stand Switch (sistem pengaman yang menonaktifkan mesin apabila standar samping terbuka) hanya seberat 61,3 kilogram.

Nah, saat menopang berat mencapai 105,6 kilogram, motor yang dijual dengan harga Rp 12 juta per unit ini mampu menempuh 64,762 kilometer untuk satu liter bensin. Namun demikian, konsumsi bahan bakar ini sangat tergantung dengan cara mengemudi seseorang.

Pada motor pertama dan kedua tadi, pengendara mengendarai motornya dengan stabil. Sementara pada motor ketiga, pengendara banyak mengerem kendaraan sehingga konsumsi bahan bakar membengkak. Oleh karena itu, motor ketiga hanya bisa menempuh jarak 65,542 kilometer untuk seliter bensin. Padahal, bobot yang dibawa Beat di motor ketiga hanya 57,5 kilogram.

Deputy Tech Service Division PT Astra Honda Motor Handy Hariko mengatakan, ada berbagai kemungkinan yang dapat memengaruhi keiritan penggunaan bahan bakar. "Misalnya, meski berat ada faktor daya dorong angin yang menyebabkan kendaraan bergerak lebih cepat atau pas di turunan dia lepas gas. Jadi tidak nyedot bahan bakar," ujarnya saat mengukur bahan bakar motor kedua di Senayan, Jakarta, Rabu (18/6).

Test ride hari ini mengambil rute Senayan-Gatot Subroto-Jalan Sudirman-Jalan KH Mas Mansyur-Jalan Dr Satrio-Jalan Casablanca-Jalan Kampung Melayu, dengan kondisi jalan sebenarnya, banyak kendaraan berlalu lalang, macet, dan berlubang.

Mio Low Rider


Malang lagi dilanda deman low rider. Lihat saja karya Fatkhur Rohman terhadap Yamaha Mio 2004. Skubek yang dimodif konsep low rider punya terobosan baru. Saya tidak hanya memanjangkan lengan ayun, tapi juga melebarkan sokbreker depan supaya sumbu roda makin panjang," ungkap sarjana teknik alumnus Universitas Islam Malang (Unisma) itu.

Menariknya, konsep memanjangkan wheelbase cukup sederhana. hanya menambah lengan agar posisi as roda jadi di depan sokbreker. Diikuti pula dengan membalik sokbreker depan, sehingga posisi rem cakram yang tadinya di sisi kanan jadi di kiri. Teknik ini membawa risiko karena dudukan kaliper yang semula di belakang tabung sokbreker kanan, kini jadi di depan sokbreker kiri. "Pemasangan kaliper agak sulit, makanya harus menambah pelat sepanjang 50 mm supaya ada ruang untuk dudukan kaliper," jelas Fatkhur.

Risiko lainnya lagi, sokbreker standar jadi empuk akibat lengannya memanjang. Bakan saat di tes jalan, sepatbor mentok besi segitiga. Solusinya menambah oli sokbreker. Beres dengan kaki depan, giliran yang belakang dan garapannya lebih sederhana. Untuk memperpanjang swing arm ke poros lengan ayun dengan bantuan bikin semacam jembatan. Agar kokoh, konstruksi besi kotak yang kopong dibuat seperti tangga.

Setelah selesai, Fatkhur merasa karyanya belum sempurna.Konstruksi asli monosok belakang tidak kuat. yang dirasa, suspensi motor terlalu empuk dan mantul. Makanya ia mengubah jadi sokbreker ganda di sisi kiri. Caranya, dudukan bawah sok tetap memanfaatkan posisi asli di mesin, hanya dudukan bawah peredam kejut dibuatkan baru. Dan sekarang terlihat seimbang.

Agar Mio bisa lebih mengundang perhatian, kelir motor yang tadinya biru diubah kunig yang terinspirasi dari Jazz. Supaya tidak kelhiat polos, pada bagian belakang ditambah ornamen airbrush tengkorak tipis merah menyala garapan Gaok Airbrush.Trus pada bagian buritan dikasih kamera CCTV yang diletakkan di balik lampu rem. Keren, abis.