Tampilkan postingan dengan label tips modif motor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips modif motor. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Mei 2011

TIPS Buka Baut YanG Patah

Spoiler for Baut patah:
ARRRGGGHH….:marah:marah:marah
Sebel benar rasanya kalau sampai baut yang akan kita buka malah patah dan sisanya tertinggal di parts lain apalagi itu blok mesin misalnya.. ARRRGHH… serasa mimpi burookh..:berduka:berduka
Kalau sudah begini biasanya solusi kita lemparkan ke Bengkel Bubut disertai doa…:angel:angel
Tapi kalau kita lebih tenang, kita bisa kok ngeluarin itu baut patah… asal punya Tools yang namanya SCREW EXTRACTOR.
Bisa dibeli :ngacir2:ngacir2di Rumah Matahari, Ace Hardware, dan Lindeteves (glodok).
bentuknya seperti ini
Spoiler for penampakan:
Dibantu dengan Bor dan mata bor yang disesuaikan dengan besar baut yang patah…
Pertama kita buat lubang di baut yang patah itu dengan bor…
Setelah itu kita pasang Screw Extractor dengan ukuran yang sesuai.
Putar ke arah seperti biasanya kita membuka baut (Counter Clockwise).
Cara Kerja Screw Extractor adalah seperti Sekrup.
Hanya saja arah ulir sekrupnya ini terbalik dari biasanya.
Jadi semakin kita puter ke kiri (arah membuka baut) maka ulir sekrup sebenarnya akan semakin kencang mengunci badan baut yang tertinggal.
Hasilnya JJDDAGGGHHH… :toastkebuka deh tuh baut ngeyel.:thumbup
Spoiler for eksekusek:
Akhirnya sisa baut yang tertinggal akan dapat dikeluarkan.
Saya:2thumbup beli Screw Extractor waktu kuliah dulu (15tahunan yang lalu)
Tools ini telah menyelamatkan beberapa kasus yang cukup heboh, seperti busi yang patah (dratnya tertinggal), baut radiator patah, baut manifold, dsb.
Harga sekitar :iloveindonesia30ribu – ratusan ribu tergantung merek dan kualitas.
Selamat mencoba:shakehand2
Saft7.com
:ilovekaskus

Selasa, 03 Mei 2011

Footstep Underbone Produk Hokky 57


Nama besar Hokky "Duck" Krisdianto di arena road race sudah tak perlu disangsikan lagi. Segudang prestasi sampai menjadi juara IndoPrix pernah direngkuh pembalap asal Muntilan ini. Mulai 2011 ini, Hokky mulai mencoba bidang baru, memproduksi racing part.  

Sekarang dia coba menghadirkan footstep underbone. "Pakai nama Fiftyseven, sesuai identitasku di balap," kata Hokky tentang dagangannya ini.

Pijakan kaki ini dibuat dari bahan duralium. "Tentunya sudah riset di balap karena saya dan anggota tim lain pakai footstep ini," cerita pembalap yang tahun ini bergabung di Yamaha Yamalube FDR KYT Trijaya ini.

Hokky melepas ke pasaran dengan harga Rp 550 ribu. "Sudah tinggal pasang karena juga disertakan braket," tambah pria bertubuh kurus ini.

Bagi yang berminat bisa coba menghubungi Fiftyseven di Jl. M. Yusuf, No. 118, Pucungrejo, Muntilan, Jawa Tengah. Atau bisa juga kontak ke nomor 0819-0390-6644. 
(motorplus-online.com)

Senin, 02 Mei 2011

Pasang Intake Manifold Variasi? Waspadai Bentuknya!


Baru ganti intake manifold variasi, kenapa bensin mendadak jadi boros ya? Lalu di permukaan intake ada tampak butiran embun. Padahal sebelumnya enggak begitu, lho?

Dari hasil penelusuran, terdeteksi lubang intake manifold lebih kecil daripada lubang venturi karburator. Akibatnya kucuran gas bakar terbentur dinding intake yang lebih ke dalam. Sehingga ada sebagin gas bakar yang kembali keluar ke moncong karbu.

“Selain boros bensin. Juga karena gas bakar terbentur, penyebab permukaan intake berembun. “Makanya sebelum beli atau ingin ganti intake manifold produk variasi, selalu perhatikan juga ukuran lubangnya,” ingat Waskito Ngubaini alias Merit, tunner tim Yamaha Kepoth FDR Indoparts KYT TOP 1 asal Yogyakarta.

Idealnya, lingkar lubang manifold dengan venturi karbu memiliki ukuran yang sama. Kalau diameter karbu 22 mm, artinya lubang leher angsa juga sama. Agar kucuruan gas bakar ke dapur pacu lancar tanpa halangan.

(motorplus-online.com)

Minggu, 01 Mei 2011

Mau Pake Tromol Trendy ? Ini Dia Aturannya !

Memang menjadi dilema ketika mengaplikasi tromol yang memiliki kontruksi dan desain racing style. Tromol yang berada pada kategori ini, biasanya memiliki desain ringkih. Satu sisi, konsep racing style lebih nyambung ketika sektor tapak kakinya dibuat lebih ceking. Sisi lain, ketahanan bahan mesti didapat agar tetap nyaman dipakai harian. Lalu bagaimana untuk menyiasatinya ?.

 

Paling mudah ditujukan lebih dulu pada segmen kegunaannya, mengingat tromol yang dipakai lebih ceking. “Maka dalam pemakaiannya usahakan menghindari jalanan makadam. Begitu juga dengan bobot pengendara, jangan melebihi 70 Kg,” ingat Antok, mekanik Aneka Jaya Motor di Rungkut Kidul Industri 10, Surabaya.

Terkait masalah bobot, juga penting ditujukan pada penekanan bobot dominan sisi depan dan belakang tromol. Untuk itu, pastikan bobot tromol depan dan belakang diterima rata. Dalam hal ini keseimbangan tinggi rendah ground clearence bodi depan dan belakang besar pengaruhnya.

“Maka, saat memakai tromol ceking atau bergaya racing style, hindari pemakaian bodi nungging dimana beban yang diterima tromol depan lebih besar, ”saran Antok. 

Faktor lain, pada tromol ceking dalam pemakaian jeruji, cukup mengaplikasi 32 lubang. Jangan sampai dikonsep dengan jeruji seribu, mengingat space daging tromol bergaya racing style juga dimanfaatkan untuk ketahanan tromol menghadapi vibra atau kejutan.

Hal ini bisa bercermin pada jumlah jeruji MTB spek down hill atau dirt jump, dimana pada lubang dudukan jeruji pada tromol nya diplot 28 hole - 30 hole, yang terhitung lebih sedikit. “Untuk mempertahankan space diral tromol lebih banyak dan tetap kuat menahan kejutan,” urai Antok.  

Perlukah rombakan dilakukan pada kontruksi tromol bergaya racing style ?. Memang perlu, terutama di sektor rumah bearing. Perlu ditambah jumlah bearingnya, agar bidang tromol lebih banyak ditopang oleh bearing.

Prinsipnya mudah, nat pembatas rumah bearing mesti diperdalam dulu dengan media bubut.  Macam tromol ceking produk variasi yang ada di foto ini. Daging diral sebagai pembatas bearing sisi dalam mesti dibubut keliling 3,5 mm dengan kedalaman 5 mm.

Agar space 2 bearing jenis 6201 yang memiliki lebar total 2 cm bisa muat, serta sil pelindung bearing nya. Itu bagian sisi kanan. Untuk sisi kiri mesti disok lebih dulu, sesuai dengan diameter luar bearing kode 6201 yakni 32 mm.

Sebab, lubang bagian kiri paling luar biasa dimanfaatkan sebagai rumah gigi speedometer dengan diameter lebih besar, yakni 37 mm. Dengan begitu, proses sok pada rumah bearing 2,5 mm wajib dilakukan sesuai dengan diameter luar bearing. Agar 2 bearing di sisi kiri juga bisa muat 2 biji.

Dan trik mengesok, juga bisa dijadikan cara untuk memperpanjang umur rumah dudukan bearing. Agar tetap rapat dalam waktu lama, meskipun sering dilakukan proses bongkar pasang bearing. Tapi, khusus untuk tromol yang akan disok, ukur lebih dulu ketebalan bibir velg yang akan disok dengan bushing. Sebab, kalau ketebalannya kurang dari 5 mm, mudah menimbulkan bibir tromol retak. 

sumber,http://ototrend.com