Tampilkan postingan dengan label pelayanan kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pelayanan kesehatan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Agustus 2008

Thalassaemia Masih Tinggi

Angka penyakit Thalassaemia terhitung tinggi di Tangerang. Saat ini, ada sekitar 140 pasien yang dirawat bergiliran di RSU Tangerang. Mereka terdiri dari 78 pasien atau 55,7 persen berasal dari Kabupaten dan 62 pasien atau 44,3 persen berasal dari Kota Tangerang.
Thalasaemia merupakan suatu kelainan darah yang terdapat di banyak negara di dunia. Penyakit ini biasanya dimiliki penderita sejak lahir. Anak-anak yang memiliki Thalassaemia mayor tidak dapat membentuk Hemoglobin yang cukup dalam darah mereka. Mereka memerlukan transfusi darah seumur hidupnya.
Kepala Humas Persatuan Orangtua Penderita Thalassaemia atau POPTI, Efrizal saat ditemui disela-sela peresmian Ruang Khusus Penderita Thalassaemia RSUD Tangerang menuturkan, penyakit ini terlahir ke dunia setiap tahunnya kurang lebih 100.000 anak atau sedikitnya 3.000 anak di Indonesia yang terlahir dengan penyakit Thalassaemia.
Anak yang menderita Thalassaemia ini tidak ada indikasi yang bisa terlihat. Karena si anak tetap terlihat sehat namun mereka biasanya cepat merasa lelah, lemah, bahkan lesu atau tidak punya gairah hidup. Karena orang yang memiliki penyakit ini, mereka tidak bisa memproduksi sel darah.
Untuk mencegahnya mereka harus melakukan tranfusi darah minimalnya satu bulan sekali atau tiga minggu sekali. Menurut Efrizal, penyakit ini tidak ada obatnya, hanya bisa dilakukan pencegahan.
Bupati Tangerang yang turut hadir dalam peresmian ruang khusus thalassaemia memaparkan, RSU merupakan sentral dari segala jenis proyek penanggulanan maupun pencegahan penyakit di Provinsi Banten terlebih dalam rangka Banten Sehat 2008,
“Meskipun lahan yang ada saat ini kurang memadai, namun terus dilakukan pengembangan dan penambahan ruang perawatan seperti, ruang khusus penanganan flu burung yang belum lama ini di resmikan, sekarang sudah ditambah lagi dengan ruang Thalassaemia,” tuturnya.
Ruang perawatan penyakit Thalassaemia yang diresmikan itu sendiri memiliki kapasitas sekitar 8 pasien dan dilengkapi dengan 8 tempat tidur dan satu ruang perawat.
Kepala RSUD Tangerang, Dr MJN Mamahit, S.Pog menjelaskan, pihaknya menyiapkan sarana dan prasarana seperti ruang perawatan, perlengkapan serta tenaga medis untuk menangani kasus Thalassaemia. Namun untuk biaya ditanggung oleh yayasan atau organisasi Perhimpunan Orangtua Penderita Thalassaemia atau POPTI.
“Penyakit ini penting dilakukan pencegahan, karena belum ada obatnya. Karena penderita penyakit Thalassaemia ini umurnya tidak akan lama,” katanya. (sumber: Tangerang Tribun, ket foto: Bupati Ismet Iskandar meresmikan instalasi perawatan khusus penyakit Thalasaemia di RSUD Tangerang, Rabu (27/8))

Senin, 14 Juli 2008

Gading Serpong Bangun St Carolus Women’s and Children’s Hospital


Pengembang kawasan Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, PT Summarecon Agung Tbk bersama Pelayanan Kesehatan St Carolus akan membangun Rumah Sakit khusus melayani kesehatan perempuan dan anak di Jalan Gading Golf Boulevard, Pakulonan Barat, Pagedangan, Kabupaten Tangerang.
Fasilitas kesehatan yang selanjutnya diberi nama St Carolus Women’s and Children’s Hospital ini, dilakukan pemancangan tiang pertama proyek oleh Komisaris dan Direksi PT Summmarecon Agung Tbk serta pengurus Perhimpunan St Corolus dan Direksi Pelayanan Kesehatan St Carolus, Senin (14/7).
Direktur Utama PT Bhakti Karya Vita, dr Emon Winardi didampingi Sharif Benyamin, Presiden Direktur PT Bhakti Karya Vita menjelaskan, Rumah sakit tersebut merupakan kerjasama antara PT Serpong Cipta Kreasi (unit usaha dari PT Summarecon Agung Tbk dengan pelayanan kesehatan St Carolus Jakarta. “Kerjasama ini diwujudkan melalui pendirian PT Bhakti Karya Vita sebagai pengelola rumah sakit,” katanya disela-sela press conference di Paramount Golf, Gading Serpong, Kabupaten Tangerang.
Kerjasama penyelenggaraan rumah sakit khusus ini ditujukan sebagai bentuk kepedulian pelayananan kesehatan ibu dan anak yang optimal, holistik dan terpercaya di kawasan Serpong dan sekitarnya. “Disamping itu program yang dijalankan juga ditujukan untuk dapat menunjang pemberdayaan perempuan dalam membangun keluarga sehat,” ujarnya.
Presiden Direktur PT Bhakti Karya Vita Sharif Benyamin menambahkan, selain memiliki kapasitas total 66 tempat tidur, rumah sakit ini juga akan dilengkapi dengan sarana penunjang diagnostik, poliklinik, kamar bersalin, kamar bedah dan perawatan khusus untuk perempuan dan anak yang modern, optimal dan terintegrasi. “Program pelayanan rawat jalan dan rawat inap akan dikembangkan bagi para pihak yang terlibat,” terangnya.
Direncanakan rumah sakit ini terdiri atas gedung berlantai 5, termasuk semi basement dengan total luas bangunan kurang lebih 7.000 m2. Sedangkan pembangunan dijadwalkan selesai dan mulai beroperasi pada September 2009.