Tampilkan postingan dengan label Tips Merawat Motor Matic. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Merawat Motor Matic. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Mei 2011

Mesin Motor Matic Mati Mendadak, Jangan Panik !

Penggunaan motor matic akhir-akhir ini melesat tajam bahkan hampir mengalahkan kepopuleran motor bebek manual. Dilihat dari segi perawatan dan masalah yang sering ditemui, kedua jenis motor tadi juga memiliki perbedaan. Namun pada pembahasan tips dan trik kali ini kami coba mengangkat masalah yang sering sekali dihadapi oleh pengguna motor matic (skutik). Bagi anda pengguna matic apakah pernah mengalami mesin mati mendadak (kompresi Hilang) dan ketika ingin dihidupkan kembali, tidak juga hidup padahal sebelumnya normal-normal saja ? Tenang...jangan panik ! ini dia penjelasannya :

" Motor matic itu sering banget yang namanya, abis jalan nih kondisi panas abis nge-gas terus tiba-tiba mengurangi kecepatan itu sering banget motor tiba-tiba mati atau orang sering bilang kompresinya hilang." Ujar Ray Dhanazi selaku pengelola bengkel Motomatic Indonesia, ketika kami tanyakan masalah apa yang sering dihadapi oleh pengguna motor matic.

Bila kondisi permasalahan tadi sedang anda alami dijalan, jangan mudah panik karena anda sendiri bisa memperbaikinya dengan mudah tanpa harus mencari bantuan mekanik bengkel, apa yang harus anda lakukan ? berikut ini tips dan trik yang dipaparkan oleh Ray. " kalau udah kompresi hilang motor distandar dua terus gas dibuka penuh sambil distarter sampai motor hidup karena itu membantu untuk pemasukan bahan bakar ke ruang bakar. Dengan gas dibuka penuh terus distarter membantu kompresi untuk naik dan motor bisa hidup lagi." ujar Ray.

Ray juga menjalaskan masalah tadi memang sering dialami oleh semua jenis motor matic namun ini bukan bagian dari cacat produksi melainkan karakter dari mesin-mesin motor matic yang RPM-nya tinggi jadi sering banget kehilangan kompresi saat RPM turun. Nah sekarang anda sudah tahu kan apa yang harus dilakukan jika motor matic mati mendadak? Oia jangan lupa juga selalu rawat motor matic anda secara berkala.

sumber,http://www.blackxperience.com

Yamaha Mio: BENSIN SISA 1 LITER TAK MAU TURUN

Komponen part penunjang aliran bensin dari tangki ke karbu di skutik memang penting peranannya. Fungsinya sebagai pengganti kran bensin pada aliran bensin konvensional, untuk mempermudah dalam pemakaian.

Komponen penunjangnya yang terbungkus rapat oleh cover bodi, dan nyempil dirangka membuatnya kita makin malas merawatnya. Biar suplai bensin tetap lancar, perhatikan yuk detail bagian terminal vakum (fuel cock assy) ini.     

Terminal vakum Mio terurai dari beberapa bagian komponen vakum, sil dan screen filter. Letaknya terhubung dengan tangki dan dilengkapi. Sil dibagian atas perangkat vakum bensin difungsikan sebagai perapat sambungan vakum bensin dengan bodi tangki, mencegah kebocoran.

“Maka, saat kekenyalan nya berkurang mudah menyebabkan kebocoran, salah satunya efek rambatan panas mesin, ”tunjuk Minul dari Minul Skutik Conzept yang punya work shop di Jl. Kutusari Utara II/2, Surabaya. Jadi sebelum terjadi kebocoran, anda mesti berinisiatif dan mengorder ke mekanik yang menangani. “Kalau sampai penampang profil sil berubah, perlu untuk diganti baru, ”saran Minul. 

Sedang efek dari rapatnya screen filter mudah memicu terjadinya screen filter buntu. Penting diketahaui bagi pemilik Mio keluaran awal tahun 03, wajib rajin mememeriksa screen filter. Kalau kotor dan masih dapat dibersihkan silahkan dipakai lagi.

Tapi kalau sudah sampai mengerak, silahkan diganti screen yang baru. Sebab, ciri buruknya kerak selalu hinggap atau membuntu screen bagian bawah. Kalau sudah begitu, saat kapasitas bensin masih 750 cc jadi susah turun.

Dan mesti digoyang ke kanan kiri dulu, agar bensin mampu mengalir ke screen filter yang tak buntu. Alternatif trik darurat, bisa langsung memotong screen filter hingga pangkal nya.

Dari pertimbangan problem ini,  bagi pemilik Mio atau skutik lain keluaran terbaru. Pastikan kapasitas tangki tak sampai kosong hingga melampui setengah, ketika akan diparkir dalam waktu lama. “Supaya tak mudah memicu terjadinya timbunan uap air dan menyebabkan karat dalam tangki, ”ingat Minul. 
 
sumber,http://ototrend.com