Kamis, 25 Desember 2008

Berharap Hidup Layak di Pulau Seberang

Wajah Andi Cahyadi (37), warga Kelurahan Mauk Timur, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, siang itu sangat cerah. Tak jarang bersama dengan 2.000 teman-teman lainnya yang berasal dari Kecamatan Teluknaga, Kemiri, Sukadiri, Kronjo, dan Kosambi, Pasar Kemis, ia kerap memperbincangkan tentang apa saja yang akan dilakukannya nanti sesampainya di daerah tujuan transmigrasinya ke Kalimantan Tengah dan Bengkulu.

Berbekal 10 hektar lahan yang akan disiapkan di Kelurahan Mungur, Kecamatan Mungur Raya Provinsi Kalimantan Tengah, Andi akan menanami apa saja di lahan yang dijanjikan kepadanya. Dari mulai palawija, cengkeh, padi dan sebagainya untuk dapat memperbaiki taraf hidup keluarganya yang dalam beberapa tahun ini dilanda kesulitan ekonomi di tanah kelahirannya sendiri.
Andi barangkali merupakan satu gambaran warga asli Kabupaten Tangerang yang tidak memiliki tempat untuk menggantungkan ekonomi di daerah dia dibesarkan. Seluruh lahan yang dimilikinya habis dia jual, karena terhimpit kebutuhan ekonomi hingga mengakibatkan dirinya harus pindah dari satu kontrakan ke kontrakan lainnya. Sebagaimana layaknya seorang pendatang di tanah kelahirannya.
“Siapapun ingin hidup layak, tidak mau sengsara. Makanya dengan harapan itulah saya ikut program transmigrasi ini,” ujar Andi yang sepertinya mengingat rekaman kesengsaraannya kembali berputar.
Oleh karena itu, ketika program transmigrasi kembali digulirkan oleh pemerintah pusat melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Tangerang, tanpa pikir panjang ia ikut mengajukan diri.
Bersama dengan istri dan kedua anaknya serta 50 Kepala Keluarga (KK) yang lain, Andi mengarungi laut lepas Indonesia ke pulau seberang, Provinsi Kalimantan Tengah.
Selama dua hari ia akan melakukan perjalanan hingga sampai di pulau yang dikenal memiliki banyak lahan nan minim penduduk di Desa Mungur, Kecamatan Mungur Raya. Jarak yang jauh tidak menjadikannya lantas sedih, bahkan dengan keyakinan perubahan ekonomi dan kehidupan yang layak, salah satu transmigran ini kerap mengumbar senyumnya.
Andi mungkin saja salah satu orang yang berpikiran bahwa program transmigrasi bukan hanya untuk mengatasi ledakan penduduk di Kabupaten Tangerang atau pulau Jawa, namun lebih jauh merupakan kesempatan dan penempatan kerja mandiri. Meski dengan kesempatan kerja sebagai petani, namun ia akan menjalani dengan sebaik-baiknya.
“Saya begini hanya karena keluarga saya. Dan jujur saya senang dengan program ini,” ucapnya.
Data yang dihimpun Tangerang Tribun, setiap tahunnya ratusan warga Kabupaten Tangerang bertransmigrasi ke luar pulau Jawa yakni ke Sumatera dan Kalimantan. Untuk tahun 2008 ini, sebanyak 2.001 orang atau 50 kepala keluarga (KK) melakukan transmigrasi. 25 KK di antaranya ke Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah dan 25 lainnya ke Provinsi Bengkulu.
Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tangerang, Hasdanil, tahun ini pihaknya mendapatkan kuota dari Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans) sebanyak 2.001 orang.
Hasdanil menambahkan, warga yang mengikuti program transmigrasi ini adalah warga yang memiliki keterampilan di bidang pertanian. Karena memang sektor pertanian ini paling diutamakan dalam program transmigrasi ini.
"Dari informasi perkembangannya, sebagian besar yang ikut transmigrasi telah sukses. Salah satunya, di Kabupaten Barito yang telah mampu mengembangkan pertanian di wilayah itu hingga hasil panennya optimal. Kini kehidupan perekonimiannya terangkat," terangnya seraya menambahkan program transmigrasi yang dilakukannya ini memiliki dampak positif bagi roda pemerintahan Kabupaten Tangerang dalam upaya mengurangi angka pengangguran dan kepadatan penduduk.

Wapres: Jangan Telantarkan Lahan Kosong


Wakil Presiden HM Jusuf Kalla di Kampung Gedong, Desa Ciuyah, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Rabu (23/12), mengingatkan masyarakat untuk menanam pohon di lahan kosong.
Gerakan gemar menanam pohon ini untuk mengatasi ancaman banjir dan longsor serta menjadi salah satu faktor penyeimbang meningkatnya emisi sebagai pemicu terjadinya pemanasan global. “Pemanasan global yang terjadi telah menyebabkan cuaca tidak menentu, begitu pula fluktuasi musim menjadi tidak terduga, yang akhirnya menyebabkan berbagai bencana seperti banjir dan naiknya permukaan air laut menjadi sering terjadi,” kata Wapres dalam Gerakan Aksi Penanaman Pohon, di areal Pusat Latihan Tempur Kodam 3 Siliwangi seluas 250 Ha milik TNI AD, Desa Ciuyah.
Wapres mengungkapkan, sejak dicanangkannya gerakan Penanaman Serentak 100 Juta Pohon pada 28 Nopember 2008 di Desa Cibadak, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, sudah 75.1 juta pohon yang telah berhasil ditanam di seluruh wilayah Indonesia. Sedangkan untuk wilayah Banten sendiri, berbagai macam tanaman kayu-kayuan dan tanaman serbaguna seperti nyamplung, sukun, dan durian telah ditanam di sepanjang 26,5 km dari kota Serang sampai lokasi aksi penanaman di Desa Ciuyah.
“Nyamplung adalah tanaman yang sangat produktif. Bijinya dapat di gunakan untuk sumber energi biofuel, getahnya dapat digunakan untuk pengobatan pengidap virus HIV, begitu pula dengan kayunya yang sangat komersial sehingga pohon nyamplung ini mampu dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh masyarakat setempat,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kehutanan M S Ka’ban, meminta petugasnya meningkatkan pengawasan di hutan lindung. Menurut Ka’ban, aksi kejahatan illegal logging yang jumlahnya hampir mencapai 960 kasus telah membuat tingkat kerusakan hutan di Indonesia mencapai 2,8 juta hektare per tahunnya. Namun demikian, saat ini tinggal 300 kasus dan lahan yang mampu diselamatkan dapat ditekan hingga tinggal 1,08 hektare dalam satu tahun belakangan ini.
“Termasuk di wilayah hutan lindung di Lebak sendiri,” ungkap Ka’ban.
Sementara itu Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah menyatakan, saat ini kondisi hutan lahan kritis di Banten mencapai luas sekitar 111.000 Ha. Dengan luas hutan mencapai 865.000 Ha yang terdiri dari hutan produksi, perhutani, konsevasi dan hutan lindung. Untuk itu ia menyerukan hutan dan lahan yang ada di Banten, terutama daerah aliran sungai (DAS) dan sub DAS harus mendapat perhatian serius dari berbagai pihak terutama faktor pelestariannya, sehingga dengan adanya pengelolaan hutan secara baik dan benar kondisi hutan akan senantiasa terjaga dengan baik.
“Dibutuhkan kerja sama semua pihak yang salah satunya dengan melakukan gerakan menanam secara serentak,” kata Atut.
Wujud perbaikan lingkungan merupakan langkah penting dalam upaya penanggulangan bencana alam banjir, tanah longsor dan kekeringan secara terpadu. Dan untuk memacu hal itu kata Atut, Pemvrop Banten terus berupaya menggiatkan berbagai langkah seperti memberikan pelatihan konservasi lahan dan hutan dengan menyertakan para petani.
Sementara itu Panglima TNI Jenderal Joko Santoso dalam sambutan singkatnya mengharapkan kepada seluruh warga masyarakat untuk mampu menindak lanjuti program ini bersama dengan TNI maupun dengan semua pihak untuk terus melakukan gerakan menanam pohon, terutama di lingkungan yang mulai gundul dan di wilayah serapan air.
Dalam aksi penanaman pohon itu dilakukan pada areal seluas 10 hektar dengan ditanami berbagai jenis kayu-kayuan serbaguna sebanyak 100.000 batang pohon nyamplung. (sumber dan foto: Tangerang Tribun)

Selasa, 23 Desember 2008

Minerva 150 R, CBR 150 Looks Motorcycle

minerva 150 R, motor alternatif CBR 150Rminerva sachs 150R, germany technology

Motor Termahal di Dunia: Heretic Titanium RR



Mau tahu motor termahal di dunia? Jawabannya: Heretic Titanium RR yang diproduksi Ecosse Moto Works di Denver, Colorado, USA. Motor ini hanya diproduksi 10 unit di dunia. Motor mewah ini diproduksi 2007. Harganya USD 275,000 setara Rp 3 miliar.

Fantastik. Motor semahal itu, trus siapa yang beli ya?!