Tampilkan postingan dengan label Modifikasi motor mio. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Modifikasi motor mio. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Juni 2011

Honda Tiger ‘09 Bolt On Touring

Buat touring, New Tiger memang pas dijadikan pilihan. Seperti halnya H. Yantono presiden Terang Bulan Motor Club, Sampang, yang juga doyan touring. New Tiger hariannya pun dirombak modis fungsional pada level bolt on. Sebab, disini tak ada istilah main pangkas atau las-bubut rangka orsi.



Rombakan dilakukan lebih fokus pada kaki-kaki, lewat pemakaian sok depan replika YZ-80 cc produk Thailand. “Dibilang replika, sebab dimensi hampir sama dengan YZ-80,” terang pria yang asli Tamberu, Sampang itu.

Kaki belakangnya cakep, mengaplikasi produk Kumis model banana spesial buat Tiger. Hanya saja, sok orsi mesti digantikan monosok yang didaulat from YSS MX-135 LC untuk menyiasati keterbatasan ruang.

Sarana touring jadi menu wajib, sektor penerangan didaulat head lamp Thailand bergaya neo classic dengan lingkar kaca lampu setara New Tiger. Kelebihannya jangkauannya lebih jauh, sebab reflector model cekung.

Diteruskan pemakaian sein yang juga menganut gaya neo clasic, yang bersanding dengan head lamp. Untuk itu bracket baru mesti dibuat dari plat 5 mm dan dikaitkan pada segitiga bawah. 

Untuk keperluan touring, bagian kolong mesin turut ditambahkan engine guard yang dilengkapi dengan lampu foreder serta sirine lengkap dengan klakson. Nilai ergonomi diseting nyaman, hasil pemakaian stang kemudi produk KTC adjustable yang dipadukan floor board replika HD Electra Glide. Pada stang kemudinya dilengkapi handguard acerbis PU dan berdampingan dengan spion Stage-6 serta indikator Koso.

Kelar mengoptimalkan sektor penerangan, perangkat ciet giliran dibenahi. Cakram depan belakang dicangkoki produk PSM 32 cm, disandingkan dengan caliper 4 piston aktif. Khusus master depan memakai KTC moge dan belakang master Nissin ex Ninja 150.  

Tak ketinggalan rear box en side box touring produk Givi ikut nyantol di buritan. Khusus bracket side box handmade, mengikuti posisi rear box. Agar posisinya tetap nyaman dipakai boncengan dan nilai aerodinamisnya. Dan diteruskan pemasangan foot step produk Bungbon yang dimaksudkan seperti bemper itu.

sumber

Trend Burgerman Style Berkarakter Seni

Gaya pop art dan distro yang lagi boming di jawa tengah boleh jadi ide awal Otre bikin style baru penyuka detil berseni dan unik. Otre terinspirasi style Burgerman yang nampak diaplikasi ke mobil mewah macam BMW yang kerap munculin mobil berwarna yang artistik.


Tujuan gaya ini jelas agar tampil unik, fresh, dan berseni beda, pasalnya karya-karya Jon Burgerman sendiri cenderung ke seni kartun yang ditumpuk. Bedanya dengan model grafiti ada di konsep yang diambil, kalo di grafiti demen bermain dengan huruf dan kata-kata sedang Burgerman lebih condong ke desain kartun yang dibuat artistik.

Kalau di mobil stiker ini kerap dipakai pada bagian kap mesin, sedang di media motor yang kecil cukup diblok saja pada satu bagian besar agar nampak. Contohnya seperti pada sayap bebek di kiri-kanan, cover samping saja, atau bagian sepatbor belakang. Ingat pasangnya bukan full bodi semua tertutup namun lebih baik terpasang satu bagian bidang bodi saja.  

Otre coba desain ke beberapa aliran modif seperti funky, low rider, sampai ceper. 
Buat penyuka tampilan kalem n nggak pengin menonjol, pilih warna yang senada kelir  bodi dengan jumlah yang tidak lebih dari 3 warna. Sedang yang pengin tampak ngejreng n nonjol pilih banyak warna dan model kartun yang variatif. Buat referensi model kartun n model art karya Jon Burgerman ini, browsing deh ke alamat situsnya ke www. burgerplex.com.

ALTERNATIF BIKIN:
Nah kalo udah ngebet, ada banyak cara buat tampil ala Burgerman style. Cara paling mudah yaitu dengan aplikasi stiker digital printing. Pilih motifnya di internet lantas pesan dengan ukuran bidang di motor, selesai tinggal pasang. Buat dananya siapin doku 250 sampai 300 ribu cus banyak warna yang dipakainya.

Cara lain bisa dengan tehnik airbrush, motif kartun seperti ini sudah banyak dikenal brusher tanah air. Soal dana bisa nyampai 500-1 juta tergantung bengkelnya. Kalau mau lebih murah n menantang lagi, penyuka menggambar corat-coret sendiri aja dengan spidol permanen yang banyak dijual di pasaran.

sumber

Senin, 20 Juni 2011

Yamaha Mio 2010, Tercepat !!! Tembus 07,166 detik


Yamaha Mio geberan Imam Ceper dari Tomo Speed Shop (TSS) pegang rekor tercepat saat ini. Tembus 07,166 detik di event Race War Drag Bike Seri 2 2011 di Harapan Indah, Bekasi (4/5) lalu.

Bukan cuma paling kencang di kelas matik 300 cc, juga paling ngacir di semua kelas yang diadakan. “Ini bisa dibilang rekor,” senang Tomo yang bos TSS dari Jl. Bendungan Jago Raya No. 6, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Padahal menurut Tomo, besutannya itu hanya 294 cc. Tapi, bisa mengalahkan catatan waktu peserta di kelas FFA 350. Kata Tomo, mesin bikinan mekanik Thailand ini menggunakan piston LHK diame-ter 66 mm. Dan biar torsi enggak lemes, stroke naik jadi 86 mm. Itu setelah pen kruk as maju 14 mm.

“Penyesuain boring bukan cuma diganti lebih panjang. Bagian bawah blok silinder diganjal paking aluminium 3,5 cm. Dan mengganti baut pegangan blok mesin jadi lebih panjang,” lanjut Tomo.


 
Kini bisa dihitung, sehingga kapasitas mesin bisa diketahui. Menggunakan rumus volume silinder, dari diameter 66 mm dan stroke 86 mm jadinya 294 cc.

Sedangkan ubahan yang dilakukan pada head silinder juga mirip seperti dilakukan mekanik umumnya. Pakai klep punya lingkar payung 34 mm (in) dan 30 mm (out) batang 5,5 mm merek EE5.

Karena joki masih anak-anak, kem tidak terlalu ekstrem. “Diseting putaran bawah tidak terlalu galak, tapi di rpm atas bisa lebih ketangguhan,” jelas Tomo.

Suplai bahan bakar juga sederhana. “Seperti ketika bertarung di Bekasi kemarin, menggunakan karbu Keihin 28 yang direamer jadi 32 mm. Lalu pakai main-jet 135 dan pilot-jet 45,” urai Tomo yang berkacamata itu.   
 

Selasa, 14 Juni 2011

indonesia Stunt Riding Demo





Yamaha Mio 2005, Ular Pohon Siap Mematok

cara setting lampu pulsar 220 gambar motor cb 100 ceper vixion ceper karbulator mio banjir tekanan angin ban sepeda motor jupiter z jaul scoopy modifikasi motorplus cbr 150 mesin balap kenapa karburator selalu banjir bgmana cara mengganti karet vakum karburator mio
 Yamaha Mio 2005, Ular Pohon Siap Mematok
20110401BelalangIjo Yamaha Mio 2005, Ular Pohon Siap Mematok
Sekilas melihat Yamaha Mio ini kebayang ular pohon yang punya ciri warna ijo. Itu juga karena desain yang dipilih sudah berubah total dan terlihat menjadi si binatang melata yang siap menyerang lawan. Padahal konsep saat pembuatannya ke arah racing look, tidak ada niatan untuk memasukkan unsur flora dan fauna sama sekali. Viar VX1 2011 Motor Trail Murah
Bahkan sang modifikator pun kaget setelah jadi. “Kami merancangnya dengan maksud racing look yang beda dari sekadar gaya drag, eh ternyata hasilnya malah seperti ini,” kekeh Made Ambara, modifikator kondang asal Denpasar, Bali.
Bentuk ular tadi terbayangkan karena sekarang bentuk setang dan batok lampu yang sudah benar-benar beda. “Soknya menggunakan produk variasi dan posisinya dibikin lebih tegak,” kata pria gemuk ini.
Kemudian pada bagian atasnya dipilih lampu copotan Yamaha Tiara. “Setelah itu batoknya sedikit dibentuk, sehingga lebih misterius dengan berbagai lekukan, akhirnya memang berkesan seperti sebuah kepala,” tambahnya.
Proses berikutnya berlanjut ke bagian bodi. Hampir seluruh bodi dibuat ulang dengan patokan tidak merusak rangka. “Hanya memapas sedikit saja di belakang, sebab ingin bodi yang lebih pendek daripada aslinya,” kata pria yang membawa bendera M1 Modification ini.
Beberapa bagian bodi dilubangi. Misalnya bodi samping. “Kalau yang ini untuk menunjang konsep racing tadi, jadi memberikan udara yang cukup untuk bisa mendinginkan mesin. Walaupun engine masih standar tapi ini memang murni fashion only,” tuturnya lagi.
Bukan hanya sebatas itu, pada bodi depan persisnya di bawah komstir dibuat lagi banyak lekukan. “Kalau ini sedikit meniru susunan tulang rusuk,” tegas penggemar makanan laut ini. Supaya lekukannya lebih tegas, diberi efek kelir hitam dan putih supaya terlihat seperti batang tulang sungguhan.
Terakhir, supaya si ular ini terkesan ramping dan gesit, dipilih setang variasi model drag. “Desain ini melahirkan ular kencang dan gesit serta mengilap,” tegas pemilik bengkel di Jl. Gunung Muliawan Timur No. 15X, Denpasar ini.
20110401BelalangIjo1 Yamaha Mio 2005, Ular Pohon Siap Mematok
SPIDOMETER UNIK
Ada hal yang unik dalam kreasi Made Ambara ini kali. Yaitu pada bentuk spidometer yang dipilihnya. Ogah mekakai produk variasi, Made pilih custom dari motor massal yang beredar.
“Menggunakan punya asli Jupiter-Z, kemudian dicustom supaya terlihat lebih futuristik,” katanya. Memang bentuknya menjadi harmonis dengan bodi karena terkesan kokoh.
Selain itu harmonisasi kesan kencang atau balap yang ingin ditampilkan tadi coba dilakukan dengan pemasangan double disc di depan dan satu di belakang. “Untuk teromol menggunakan punya Ninja, gampang karena sekarang juga sudah pakai ring 17 inci,” cuapnya.
Pilihan knalpot pun semakin menguatkan semua kesan tadi. (motorplus-online.com)
DATA MODIFIKASI
Ban : Blackstone 90/80-17
Pelek : TK
Teromol : Ninja
Setang : Custom
Knalpot: AHRS
Sok : YSS
M1 : 0819-9927-1555

Rabu, 01 Juni 2011

video Yamaha Mio Drag Race

Yamaha Mio Drag Race video 

Pilih Satria FU atau mio

Pilih Satria FU atau mio


Dari ke2 motor ini, motor mana yang cocok untuk drag sesuai biaya yang tersedia, mari kita jabarkan kebutuhan dari masing-masing motor. Dan tentunya akan berimbas pada dana yang dikeluarkan.
Kalau danannya hanya sekitar 5 jutaan, lebih baik jatuhkan pilihan pada motor Yamaha Mio. Pasalnya untuk mengejar budget yang lebih murah, Mio rasanya paling pas untuk merubah setingannya dengan dana tersebut. Lagi pula, sekarang motor matik makin banyak yang turun dalam ajang drag race.
Dengan Yamaha Mio, Anda tak perlu pusing untuk membeli gear ratio yang harganya lumayan mahal. jadi tinggal mengandalkan pada peningkatan stroke/langkah dan bore up. Untuk kedua hal ini, kisaran dana yang dibutuhkan sekitar 3 jutaan.
Ada lagi nih Bro. Selain dua hal tadi, uang yang tersisa bisa dimanfaatkan untuk merubah Noken as sesuai kebutuhan, apakah untuk 201 m atau 402 m. Terus piranti pengapian dan perangkat CVT tak ketinggalan kudu dirubah untuk menyesuaikan kebutuhan rubahan. Yang lainya tergantung pada keahlian sang mekanik memanfatkan part yang ada. Dengan biaya 5 juta rasanya itu cukup.
Untuk Satria FU, biaya yang harus dikeluarkan jauh lebih mahal dari Yamaha Mio. Dan itu bisa mencapai dua kali lipatnya. Pasalnya harga part Suzuki Satria Fu sendiri sudah lumayan mahal.
Beberapa part yang harus dirubah dan butuh biaya yang lumayan seperti Noken as. Part yang satu ini pastinya harus dirubah. Lantas Piston, Naikan Langkah/stroke, Bore up, close ratio, final gear dan pengapian sesuai kebutuhan anda. Tentunya dengan berkonsultasi lebih jauh dengan mekanik anda. Dengan rubahan ini saja, biaya yang harus dikeluarkan sekitar 9 jutaan.
Untuk pengembangan yang lebih untuk mengoprek motor ini, tinggal bagaimana keahlian mekanik anda merubah tunggangan anda menjadi lebih sangar. Karena biasanya mekanik banyak menggunakan feeling nya untuk mendapatkan setingan yang tepat.

Jumat, 27 Mei 2011

Modif Yamaha Mio, Soul, Xeon Low Rider taste

Modif Yamaha Mio, Soul, Xeon Low Rider taste

Modif Yamaha Mio, Soul, Xeon Low RiderModif Yamaha Mio, Soul, Xeon Low Rider taste

Modif Yamaha Mio, Soul, Xeon Low Rider tastesample Modif Yamaha Mio picture Tips Motor Drag | mio yamaha honda suzuki
scootermatic is modified into cool low riders motorcycle, is trend in this year.
Modif Yamaha Mio, Soul, Xeon Lowsample Modif extreme Yamaha Mio Soul
Modif Yamaha Mio, Soul, Xeon Low Rider tasteairbrush extreme Modif Yamaha Xeon
Modif Yamaha Mio, Soul, Xeon Low Rider tasteModif Yamaha Mio Xeon
Modif Yamaha Mio, Soul, Xeon Low Rider tastepaint airbrush sample Modify Yamaha Mio Soul
tag : Scooter Matic, Yamaha,Mio, Used motor, Air brush for motor show contest. setel karburator nmp
tiger pake muffler supra x di bobok leher knalpot racing tiger ananda jennifer motor tiger modifikasi jok mobil yang bisa distel sebab gl pro mogok motor drag rx king

Modifikasi Extreme Yamaha Mio 2006

Gambar Foto Modifikasi Extreme Yamaha Mio 2006

Listen Halal Factory name of course would not foreign menggawanginya deh by whom. Yup, doi Halal is the Dodo, one of hypercrea Semarang who had triumphed so its king orbital wheel. Not tired of creating, is now also released one mascot doi gressnya extreme. Tangible sports, extreme-legged 'n watch matic.

"It was counted as refreshing 'n try to hone skills sharper longer," said resident Mugas XII no.9/11 In Semarang. Aura of glory was still visible in this mascot. Spirit remains wildly different as well be on his time frame Mio overhauled. Only the main tube are maintained and composed more extreme rakenya slope angle, while the sub frame already constructed a total re-armed with three-fourths of gas pipe dim.

Then CVT sets include a total engine mounted backwards. Special anymore, do not use the ring circumference stern 14-inch legs like mascot modif matic low rider. This time selingkar racing 17 inch alloy wheels stuck with my marriage successful extra wide-profile rubber tires 190/50-17.

"The installation is not easy coz I have to adjust to the diameter of the tire anyarnya, the technique with CVT-sectional cut off and then I extend 5 cm with aluminum block connections that I diral welding, auto fun I also have to replace the belt is longer adjust the position of anyarnya" said Dodo.

No less extreme, the front was also guarded circumference orbital rim wheel tire, construction still relies Orbi grip wheel with multi-bearing as a launcher ring flanked by a pair of 5 mm connecting as fork. Turn body design, full black street fighter styles are made of carbon fiber material that gives a chance a sharp angle with the support of the application cover slips sporty Satria FU. | Tito / rob / punk

Spec modif
Disc: Nissin Set, VELG BLK: Kitaco Japan, exhaust: Racing HRP, HEAD LIGHT: Satria FU New, modifier: Halal Factory Jl.Mugas XII No.9/11 In Hyderabad (085 742 960 227)

Rabu, 25 Mei 2011

Modifikasi Yamah Mio Soul

Yamaha Mio, Yanuar not want to rewind the wheel axis low rider style. Touches conducted on both the wheel rim 17 using a small tire wrapped to prevent rubbing against the box filter.

Finished wheel, choosing variations that optimize the supporting bolt-on products. The principle of harmonization may be crowded origin is maintained. Like the rear disc brake deliberately chosen colors. Likewise dengnan brake hoses, pulleys and even different colors are also given special because it used a perforated cover CVT.
Add a sip, the body is wrapped around the LED light. Unfortunately not evidenced in the evening.

Sabtu, 07 Mei 2011

Ambarawa Gondol The Best Racing Look Bali

Seperti yang dikabarkan sebelumnya bahwa gaya Racing Look di ajang Djarum Black Motodify (DBM) masih mendominasi. Dari 931 peserta yang terdaftar setidaknya 70 persen menganut gaya Racing Look. So pasti juri pun kewalahan menilai motor mana yang layak menjadi pemenang karena semuanya kental dengan gaya balap. Mungkin para modifikator Bali kecewa dengan hasil ini pasalnya pemenang The Best Racing Look jatuh kepada Ferdy Ciken dengan motor Yamaha Mio yang berasal dari Ambarawa, Jawa Tengah.

Perasaan senang pun menyelimuti Ferdy Ciken yang terdaftar sebagai anggota club IM3 Manohara Gila Balap. "Senang banget soalnya peserta Racing Look disini paling banyak dan motor ini baru banget jadi," tuturnya. Dalam penggarapannya Ferdy mempercayakan sepenuhnya Yamaha Mio Soul lansiran 2007 miliknya kepada bengkel N'Dutz Racing Concept yang bermarkas di Jl. Bougenvile I, Ambarawa, Jateng.

Bicara mengenai konsep yang diusung Ferdy menunjuk Arif Dutz selaku builder andalannya untuk menjelaskan. "Konsepnya Mio Racing Look Thailand," jawab Dutz singkat. Sudah menjadi rahasia umum bahwa Thailand merupakan kiblatnya gaya motor racing di Asia oleh karenanya tidak salah jika sang modifikator menganut aliran tersebut. Sebagian besar aksesoris yang menempel di tubuh Mio merupakan produk asli Thailand. Beberapa merek ternama menjadi andalan motor ini seperti Kawahara, YSS, Ride It, NUI Thailand dan Trusty.

Namanya motor drag tidak banyak bodi tersisa, tinggal buritan yang masih asli itu pun terkena sedikit sentuhan modifikasi. Sedangkan bagian kedok depan memakai milik Yamaha Xeon yang telah dikastem. Untuk urusan warna dan grafis Arif menyerahkan kepada Wan Airbrush yang berlokasi di Jl. Jalak Raya, Ungaran, Jateng. Wan Airbrush menggunakan cat Sikkens dalam penggarapannya. Sedangkan urusan krom Arif mengoper ke bengkel krom Cemerlank Semarang. Tidak banyak yang dibalut cairan krom, yang terlihat seperti pada blok silinder, setang dan bagian kecil lainnya.

Agar terlihat ciamik Arif memasang takometer dan volt meter milik Koso. Pada bagian kaki-kaki arif memasang velg Alfaline Rainbow yang dibalut ban Swallow Drag ukuran 50/90 di depan dan 60/80 di belakang. Untuk melengkapi gaya balap yang diusung Arif juga memodifikasi hingga ke jeroan mesin. "Piston oversize 200 dan Klep punya (Honda) Tiger, stroke naik 2 mili." bebernya. Beberapa piranti lain yang dapat mendongkrak tenaga Mio seperti pengapian R-9, Karburator Koso 34mm, Intake Manifolt AHRS dan knalpot Kawahara. Tidak salah jika motor ini keluar sebagai pemenang, tampilannya dragster sejati cuy! 

sumber,http://www.blackxperience.com/index.php?page=events-detail&aeid=1755

Jumat, 06 Mei 2011

Mio Bertampang Racing Look

 
Meski berbasis motor matic bukan berarti tampang dan gayanya tak boleh bergaya racing. Lihat Yamaha Mio lansiran 2008 milik salah satu "pasien" Eko airbrusher Exxoart yang satu ini. Seluruh kesan sebagai motor manis dan imut telah hilang dan dibabat habis hingga berganti tampilan dengan mengusung aliran Racing Look. 
 
Berkat aliran Racing Look tersebut, Mio ini telah berkeliling dan cukup banyak memboyong piala di ajang kontes baik skala Nasional ataupun lokal.

Bodi sudah pasti banyak mendapat sentuhan, mulai dari cover bodi orisinil harus dipensiunkan dan diganti perannya dengan bodi Revo sehingga burita makin menunging dan meruncing selaras dengan konsep racing-nya. Sementara bagian tameng depan menggunakan cover Hoda BeAt. Eko tidak serta merta menempelkan cover bodi tersebut begitu saja, melainkan keahliannya dalam bidang airbrush langsung ia tuangkan dengan paduan motif tribal.

"Warna sengaja dipilih cerah karena memang biasanya airbrush lebih pas dengan kombinasi warna-warna hidup seperti ini", ujar Eko saat bercengkerama dengan tim blackxperience.com dibengkelnya. Selain itu banyak juga komponen aksesioris berwarna cerah yang dipasang didalamnya.

Menguatkan karakter dan tema dragster setang jepit yang ditunjang dengan handle grip Kitaco melekat rapi didepan. Semakin kokoh berkat hadirnya suspensi up side down Combis, tampang shock depan Combnis sedikit unik karena terlihat uliran per dibagian bawahnya, dan inilah yang menjadi salah satu alsan mengapa dipilihnya. 
 
Kemudian kesan drag semakin mengental saat jok asli telah dibabat habis dan berganti acrilic tepat dibawahnya terdapat tangki custom. Meski telah sangat minimalis dalam hal bodi eksteriornya, namun tidak terlihat pelubangan pada bagian sasisnya.

Sang modifikator masih terus berusaha menggali imej racing pada Mio ini, dilihat dari beberapa perangkat yang biasa melekat pada motor dengan spek balap juga terpasang di Mio Racing Look tersebut. Menuru  Eko, mesin juga mengalami bore up namun bukan hasil kerjaan saya, tapi setahu saya CC-nya sudah naik jadi 150 dengan piston Tiger", ujarnya. Komponen tachometer milik Auto Gauge menjadi pelengkap tampilan, sedangkan demi menunjang performa mesinnya suplai bensin dipasok oleh Karburator Keihin PE 28 dan guna mencegah over heat pada mesin tersedia oli cooler Koso. 
 
sumber,http://www.blackxperience.com/index.php?page=rides-detail&brid=23

Yamaha MIO '08 Semarang: TIADA YANG NOLAK DIBONCENG

Ubahan gaya modif yang diterapkan pada motor matik keluaran pabrikan garputala ini emang selalu memikat siapa aja, tak terkecuali Yudha yang kesengsem dengan tampilan Yamaha Mio.


Proyek modifnya doi pasrahin ke Gajah modified  yang buka gerai modif di Jl.Gajah Raya Semarang. So pasti demi ngejar tampang molornya, Yanto, punggawa Gajah Modified terpaksa mengundurkan mesin sekitar 25 cm agar kekuatan braket terjamin sengaja undur-undur dibuat sendiri dari besi kotak.

Biar makin klop kaki-kakinya juga harus nyesuaiin dengan pencangkokan pelek custom 6 inch berlilitkan Swallow 140/60-14 untuk depannya dipadu pelek custom 8 inchi untuk belakang yang dibungkus ban Kenda 150/70-14.

Kesan low rider makin kental saat stang digantikan stang ape hanger custom lapis krom. Kian mengentalkan aura American style, total cover bodinya dilabur warna merah menyala yang dilapis clear Sikkens.

Gaya molornya makin terdongkrak dengan pengaplikasian pernak-pernik variasi macam knalpot AHM, filter Koso berikut pemasangan sok buritan yang diubah jadi monosok  belakang berlabel YSS. ”Yang pasti sekarang gak bakalan deh ada cewek yang ogah aku bonceng !” kekeh Yudha.
 
sumber,http://ototrend.com/index.php?option=com_content&view=article&id=631

Kamis, 05 Mei 2011

Yamaha Mio ’06 Semarang: XTREME ITU HALAL

Dengar nama Halal Factory tentu saja nggak akan asing deh dengan siapa yang menggawanginya. Yup, doi adalah Dodo Halal, salah satu hypercrea Semarang yang sempat berjaya jadi rajanya orbital wheel. Nggak bosan berkreasi, kini pun doi merilis satu maskot ekstrim gressnya. Berwujud sport, berkaki ekstrem ‘n berhati matic.


“Itung-itung refreshing ‘n coba asah skill lebih tajam lagi,” timpal warga Mugas Dalam XII no.9/11 Semarang. Aura kejayaannya memang tetap terlihat di maskotnya ini. Roh tampil beda sekaligus beringas tetap dipertontonkan kala rangka Mio-nya dirombak total.

Hanya main tube saja yang dipertahankan dan digubah lebih ekstrim lagi kemiringan sudut rakenya, sementara itu sub frame total udah dikonstruksi ulang berbekal pipa gas tiga perempat dim.

Lantas CVT set include engine dipasang mundur total. Istimewanya lagi, lingkar buritannya nggak pake lingkar kaki 14 inch layaknya maskot modif matic low rider. Kali ini selingkar velg racing 17 inch sukses ditancapkan bareng kawinan karet ban extra lebar berprofil 190/50-17.

“Pemasangannya nggak gampang coz aku harus menyesuaikan dengan diameter ban anyarnya, tekniknya dengan memenggal penampang CVT lantas aku perpanjang 5 cm dengan sambungan blok alumunium yang aku las diral, otomatis aku juga harus mengganti fun belt lebih panjang menyesuaikan posisi anyarnya” papar Dodo.

Nggak kalah ekstrim, lingkar depan juga digawangi lingkar ban orbital wheel, konstruksinya tetap mengandalkan pakem orbi wheel dengan multi bearing sebagai peluncur yang diapit sepasang ring 5 mm menyambung as fork. Giliran desain body, style street fighter full hitam dibuat dari bahan serat karbon yang disetting bersudut tajam dengan dukungan aplikasi kedok sporty cangkokan Satria FU.
 

Matic Racing Style: MULAI MENJAMAH KE EURO RACING

The hottest style Racing Look Modify semakin berkembang saja dari hari kehari. Nggak hanya makin inovatif dengan part kakikaki yang super inovatif diimbuhi teknologi terkini seperti cakram dalam tromol (BIB system) ataupun kopling hidrolis.


Kini acuan gayapun turut juga berkembang juga. Nggak hanya terpaku pada gaya motor karapan khas negeri Thailand, para hypercrea kini mulai melirik tampilan sangar Euro Matic Racing Look. Yup, di negeri Eropa sana juga lagi booming banget besutan matic berdandan kayak gaya gini.

Otomania pasti sering liat di majalah Otomodify yang udah banyak mengupasnya. Berciri utama posisi mesin yang molor layaknya matic low rider berban gambot, tetapi dengan diameter pelek seukuran matic konvensional.

Didukung tampilan stang kemudi bergaya telanjang dan merunduk abis mampu melahirkan sosok garang serta lebih inovatif disbanding besutan lain penganut aliran ini.

Nih liat Vario dan Beat peserta HOCS Banjarmasin layak menjadi trendsetter di tengah-tengah boomingnya gaya modif Matic Racing Style. Vario biru yang terinspirasi desain kreatif crew Otre ini milik Bayu Bagus Wijaya mampu membikin Racing Style mania tersontak melihat hasil modifnya.

Kaki belakang molor berban gambot dipadu dengan posisi bodi belakang tinggi diikuti penurunan posisi fork depan untuk menghadirkan tampilan nungging abis. Stang kemudi wajib tampil telanjang senada dengan pelucutan footboard area untuk memamerkan rangka serta tampilan molor mesin yang telah tampil resik berkat silauan krom.

Gaya ini juga diekor modif Honda Beat milik Saiful Anwar. Cover bodi cukup dilucuti cover mesin dan cover penutup rangka yang telah ditimpa cat ulang kontras dengan balutan brush pada seluruh kover bodi. Tapak roda so pasti gambot dengan posisi mesin molor berkat undur-undur custom.

Tampilan nungging makin didapat berkat desain jok yang lebih tipis. Dengan ubahan begini aja besutan kamu telah mampu bergaya lebih up to date n tampil beda.
 

Rabu, 04 Mei 2011

Yamaha Mio ‘09 Wonosobo : TIGA KALI BARU PUAS

Fian Ardi dibilang sudah ngebet akan permainan dunia modifikasi konsep matik funky. Pasalnya doi sudah dua kali mendandani Mio rakitan tahun 2009nya. Namun hasil dua karyanya itu selalu nggak berjalan lama alias nggak menuai kecocokan dalam hatinya.


Racikan yang ketiga ini tetap mengacu pada penginstalan kaki cungkring hasil kolaborasi workshop Cyberv Wonosobo. Di sektor lingkar pelek digawangi almunium gold merk TDR berkawinkan tromol Trusty dan berdisc brake depan Ride it dijepit kaliper Brembo. 
 
Penggerus aspal jalan pegunungan Wonosobo doi jeratkan karet ban Swallow Dragblaster ukuran 60/80-17 depan belakang.

Makin kompak berkat sokbeker depan dipasangi up side down Yoshimura diimbangi ajrutan belakang YSS. “Tambah bersinar tutup CVT cukup main krom aja,” kata Ardi yang memasang knalpot Yoshimura. Guna menghasilkan cover
sesuai dengan seleranya, lantas set cover bodi dikirim ke kota lunpia Semarang dan dipercayakan kepada Rief Panting yang berlokasi di Jl. Kedungmundu Raya 72, Semarang.

Agar ubahan yang ketiga ini semakin berani, maka Ardi memilih warna merah Spies Hecker dengan dicampur oplosan hologram. Di atas warna merah meronanya itu ditimpali untaian motif grafis tribal dengan lekukan bulat nan meruncing
bertatanan full color.

Biar ngetrend, headlamp, seinlamp dan stoplamp dibikin ala mata sipit. ”Hasil yang ketiga ini telah bikin aku puas,” imbuh warga Perumahan Tawangsari Indah, Wonosobo. Semoga nggak bosen lagi bro.
 

Sabtu, 30 April 2011

Yamaha Mio ‘09 Wonosobo : TIGA KALI BARU PUAS

Fian Ardi dibilang sudah ngebet akan permainan dunia modifikasi konsep matik funky. Pasalnya doi sudah dua kali mendandani Mio rakitan tahun 2009nya. Namun hasil dua karyanya itu selalu nggak berjalan lama alias nggak menuai kecocokan dalam hatinya.
 

Racikan yang ketiga ini tetap mengacu pada penginstalan kaki cungkring hasil kolaborasi workshop Cyberv Wonosobo. Di sektor lingkar pelek digawangi almunium gold merk TDR berkawinkan tromol Trusty dan berdisc brake depan Ride it dijepit
kaliper Brembo. Penggerus aspal jalan pegunungan Wonosobo doi jeratkan karet ban Swallow Dragblaster ukuran 60/80-17 depan belakang.

Makin kompak berkat sokbeker depan dipasangi up side down Yoshimura diimbangi ajrutan belakang YSS. “Tambah bersinar tutup CVT cukup main krom aja,” kata Ardi yang memasang knalpot Yoshimura. Guna menghasilkan cover
sesuai dengan seleranya, lantas set cover bodi dikirim ke kota lunpia Semarang dan dipercayakan kepada Rief Panting yang berlokasi di Jl. Kedungmundu Raya 72, Semarang.

Agar ubahan yang ketiga ini semakin berani, maka Ardi memilih warna merah Spies Hecker dengan dicampur oplosan hologram. Di atas warna merah meronanya itu ditimpali untaian motif grafis tribal dengan lekukan bulat nan meruncing
bertatanan full color.

Biar ngetrend, headlamp, seinlamp dan stoplamp dibikin ala mata sipit. ”Hasil yang ketiga ini telah bikin aku puas,” imbuh warga Perumahan Tawangsari Indah, Wonosobo. Semoga nggak bosen lagi bro. 
 
sumber,http://ototrend.com