Senin, 11 Mei 2009

Ducati Café Racer

Lagi kepincut retro tuh! Mungkin itu kiranya yang mewakili perasaan hati Syaifudin, pemilik Suzuki Thunder 250 ini. Yap! Motor sport pabrikan berlogo ‘S’ ini, berganti konsep! Dari motor model sport turing, kini berganti wajah jadi Ducati café racer.

“Lagi senang aja sama café racer. Tapi inginnya café racer dari motor Eropa, biar lebih tampil beda,” bilang pria yang juga punya workshop modif mobil AE Garage di Jl. Hidup Baru, No. 44, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Biar referensinya makin mantap, doi searching di internet mengenai motor balap Ducati zaman dulu alias jadul. Akhirnya, konsep pun ditemukan sebagai rujukan. Hasilnya, silakan lihat sendiri. Café racer ini, memiliki fairing depan. Yap, seperti Ducati Race 350 yang balap sekitar tahun 1969!

“Hanya saja, kalau Race 350 pakai fairing full, gue hanya half fairing aja,” bilang pria yang lebih akrab disapa Adi Nung ini. Sip! Nah, ngobrol soal teknik modifnya yuk! Siapa tahu sobat tertarik mau ikutan bikin.

Lanjut! Mulai dari bodi atawa baju dulu ya! Untuk fairing, Adi mengaplikasi pelat besi ukuran 1,2 mm. Pelat ini dirasa pas untuk dibuat sebagai bodi. “Itu karena pelat ini mudah ditekuk dan dibuat kontur. Lainnya, pelat ini juga nggak terlalu berat,” ujar pria 27 tahun yang juga hobi main mobil Holden ini. Adi, bikin motor lagi yuk!

SOK HORNET

Namanya juga motor balap. Meski zaman dulu, tapi café racer juga sudah aplikasi setang model jepit. Untuk itu, Adi memilih untuk pensiunkan sok depan hingga segitiga dan setang bawaan asli Suzuki Thunder 250.

“Gantinya, pakai perangkat milik Honda Hornet 125,” kata pria yang siap terima ubahan modifikasi serupa dari sobat ini. Begitunya kaliper rem dan posisi cakram, tetap mengadopsi di sisi kiri layaknya Thunder 250.

Untuk itu, agar kaliper klop di sok Hornet, Adi pun membuat lagi adaptor kaliper dari pelat besi tebal 5 mm.

DATA MODIFIKASI

Ban depan : Pirelli 120/60-17
Ban belakang : Battlax 140/70-17
Knalpot : Suzuki GSX 400
Pelek belakang : Baros 4,5 x 17
AE Garage : 0815-9941260



indah Maya Noviani

Sebagai wanita, pemilik nama indah Maya Noviani ini juga ngerti diajak ngobrol dunia roda dua. Doi, punya sense yang indah terhadap motor. Terutama soal modifkasi.

“Ada juga bikers atau modifikator yang memaksakan kehendaknya.
Ya, misal pamakaian part modif yang enggak mendukung,” ujar pemilik sasis panjang 162 cm/ 44 kg ini. Hasilnya, sudah tentu bikin tampilan malah jadi tidak enak dipandang. Jangan jauh-jauh berbicara soal contoh ya. Misal , dari kulit jok yang dipakai. Pemilihan warna yang enggak senada kelir bodi, pastinya bakal bikin motor sedikit aneh.

Jangan jauh-jauh berbicara soal contoh ya. Misal , dari kulit jok yang dipakai. Pemilihan warna yang enggak senada kelir bodi, pastinya bakal bikin motor sedikit aneh.

“Lucu juga kan kalau gitu. Setidaknya dari hal itu bisa dilihat lho. Ya, lihat kepribadian si pemilik motor itu bagaimana,” aku Mahasiswi sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta itu.


Modifikasi Suzuki Skywave | Low Rider Bernuansa Harley

Modifikasi dengan style low rider tak pernah ada habisnya. Suzuki Skywave 2008 milik Sulistio yang digarap Ton's Chrome (TC) ini misalnya, sungguh keren abis. Ada beberapa bagian yang menonjol dan bisa dibilang agak baru. Misalnya, pelek depan dan belakang model cutom palang yang menurut Antonius Chandra, sang juragan TC, banyak dipakai komunitas low rider Amerika.

Model palangnya lima dengan tapak lebar, depan 5 inci dan belakang 7 inci dengan bibir yang celong. Kemudian, finishing dengan dikrom.

Namun, yang menonjol dari modifikasi ini adalah nuansa Harley-Davidson. Seperti sepatbor depan yang model lebar. Sayang, bagian bawahnya tidak dikasih bibir buat penahan cipratan air. Begitu juga sepatbor belakang yang landai. Kedua bagian ini menggunakan bahan pelat berukuran 8 mm.

Begitu juga knalpot di bagian leher, hanya ada satu pipa dan sampai di tengah dipecah dua hingga ujungnya. Bagian yang dipecah dua diberi pelapis dengan bahan bermotif bolong-bolong. Setelah itu baru dikrom.

Masih ada lagi nuansa HD, yakni setang dibikin model lebar. Namun, Antonius sudah memperhitungkan diameter pipa yang dipakai, yang pas katanya 25 mm. Ketiga sektor, mulai dari pelek, knalpot, hingga setang, diproses full krom.

Dengan penggarapan yang rapi dan detail ini, pantas bila Suzuki Skywave milik Sulistio memenangkan kontes sebagai yang terbaik di ajang Otobursa 2009.





(sumber; kompas)


Modifikasi Suzuki Skywave | Low Rider Bernuansa Harley

Modifikasi dengan style low rider tak pernah ada habisnya. Suzuki Skywave 2008 milik Sulistio yang digarap Ton's Chrome (TC) ini misalnya, sungguh keren abis. Ada beberapa bagian yang menonjol dan bisa dibilang agak baru. Misalnya, pelek depan dan belakang model cutom palang yang menurut Antonius Chandra, sang juragan TC, banyak dipakai komunitas low rider Amerika.

Model palangnya lima dengan tapak lebar, depan 5 inci dan belakang 7 inci dengan bibir yang celong. Kemudian, finishing dengan dikrom.

Namun, yang menonjol dari modifikasi ini adalah nuansa Harley-Davidson. Seperti sepatbor depan yang model lebar. Sayang, bagian bawahnya tidak dikasih bibir buat penahan cipratan air. Begitu juga sepatbor belakang yang landai. Kedua bagian ini menggunakan bahan pelat berukuran 8 mm.

Begitu juga knalpot di bagian leher, hanya ada satu pipa dan sampai di tengah dipecah dua hingga ujungnya. Bagian yang dipecah dua diberi pelapis dengan bahan bermotif bolong-bolong. Setelah itu baru dikrom.

Masih ada lagi nuansa HD, yakni setang dibikin model lebar. Namun, Antonius sudah memperhitungkan diameter pipa yang dipakai, yang pas katanya 25 mm. Ketiga sektor, mulai dari pelek, knalpot, hingga setang, diproses full krom.

Dengan penggarapan yang rapi dan detail ini, pantas bila Suzuki Skywave milik Sulistio memenangkan kontes sebagai yang terbaik di ajang Otobursa 2009.





(sumber; kompas)


Modifikasi Suzuki Skywave | Low Rider Bernuansa Harley

Modifikasi dengan style low rider tak pernah ada habisnya. Suzuki Skywave 2008 milik Sulistio yang digarap Ton's Chrome (TC) ini misalnya, sungguh keren abis. Ada beberapa bagian yang menonjol dan bisa dibilang agak baru. Misalnya, pelek depan dan belakang model cutom palang yang menurut Antonius Chandra, sang juragan TC, banyak dipakai komunitas low rider Amerika.

Model palangnya lima dengan tapak lebar, depan 5 inci dan belakang 7 inci dengan bibir yang celong. Kemudian, finishing dengan dikrom.

Namun, yang menonjol dari modifikasi ini adalah nuansa Harley-Davidson. Seperti sepatbor depan yang model lebar. Sayang, bagian bawahnya tidak dikasih bibir buat penahan cipratan air. Begitu juga sepatbor belakang yang landai. Kedua bagian ini menggunakan bahan pelat berukuran 8 mm.

Begitu juga knalpot di bagian leher, hanya ada satu pipa dan sampai di tengah dipecah dua hingga ujungnya. Bagian yang dipecah dua diberi pelapis dengan bahan bermotif bolong-bolong. Setelah itu baru dikrom.

Masih ada lagi nuansa HD, yakni setang dibikin model lebar. Namun, Antonius sudah memperhitungkan diameter pipa yang dipakai, yang pas katanya 25 mm. Ketiga sektor, mulai dari pelek, knalpot, hingga setang, diproses full krom.

Dengan penggarapan yang rapi dan detail ini, pantas bila Suzuki Skywave milik Sulistio memenangkan kontes sebagai yang terbaik di ajang Otobursa 2009.





(sumber; kompas)


Selasa, 05 Mei 2009

motoku


gue punya motor yamaha vega r th 2005.

awalnya gue gak tau apa tu modif, tapi setelah di ceritain temen gue, sekarang gue jadi ngerti apa
tu modif. setelah gue tau gue mencoba untuk modif motor gue yang standart, langkah awal gue coba rubah warna nya
setelah gue rubah warnanya, gakcuma body doank yang gue ubah,
dibagian mesin gue pake piston jupiter mx agar tarikan nya lebih kenceng

motoku


gue punya motor yamaha vega r th 2005.

awalnya gue gak tau apa tu modif, tapi setelah di ceritain temen gue, sekarang gue jadi ngerti apa
tu modif. setelah gue tau gue mencoba untuk modif motor gue yang standart, langkah awal gue coba rubah warna nya
setelah gue rubah warnanya, gakcuma body doank yang gue ubah,
dibagian mesin gue pake piston jupiter mx agar tarikan nya lebih kenceng