Jumat, 11 April 2008

vixion

gw dah susun layoutnya, tinggal di print di karton duplex (foto nyusul) trus gw lipat mengikuti garis2x yang dibuat. Kenapa gw pake duplex, karna bisa di print, murah & gampang buat di bentuk dan gak susah nyarinya di toko-toko buku. Kalau kurang tebal bisa dibuat 2 lapis. Lem pake lem putih pvc.

Gambar karton duplex yang udah di lipat dan pasang di tangki:

070815_001.jpg

Udah keliatan berisi dan (more…)


12 comments Agustus 15, 2007

Modifikasi Vixion Part.02

Gw dah buat konsep dasarnya (baca part.01), sekarang kita mulai dengan Tangki. Gw lepas setiap polygonya untuk mempermudah lipatan. (gambar dibawah):

Tangki

Tangki yang sudah siap di lepas polygonnya.

Tangki 02

Polygon sudah terlepas, sekarang gw buat templatenya untuk diprint.

pecahan.jpg

Seperti ini bentuknya (gambar diatas) setelah polygons tadi dipecah-pecah, gw rapihin pake photoshop atau Macromedia Freehand. sekarang siap untuk di print dan dilipat.

Let’s go to the next step. “Part.03 Print dan Lipat”


11 comments Agustus 10, 2007

Kumpulan Gambar Modifikasi Yamaha V-ixion

Ada beberapa gambar acuan modifikasi Yamaha Vixion yang gw buat sewaktu nungguin inden Vixion gw beberapa bulan yang lalu, enjoy!

Yamaha V-ixion Merah Modif 01:

Yamaha Vixion

Yamaha V-ixion Merah Animated :

Yamaha Vixion Animated

Yamaha V-ixion Hitam dengan Fairing R1 :

Yamaha Vixion Hitam

Yamaha V-ixion Hitam Street Fighter:

Yamaha Vixion Hitam Street Fighter

Allright..Thats all folks!


118 comments Agustus 10, 2007

Modifikasi Vixion Part.01

Gw suka banget yang namanya Origami atau Modern Paper Art atau seni melipat kertas, bentuknya yang kotak2x terlihat rapi presisi & futuristic seperti batu krypton, tull gak? Kenapa ngak kita buat bentuk ini sebagai concept design acuan modif body motor? gw yakin bakal keliatan beda ama yang lain, yahh…gak ada salahnya kan kita coba. Untuk kelinci percobaanya gw pilih Yamaha Vixion yang nantinya gw kasih nama “Yamaha Cube” my 1st Concept. Untuk 3D modelingnya gw pake software . Untuk jumlah polygon gw buat ngak terlalu banyak untuk mengejar tampilan kotak2x.

NewTek Lightwave 3D 8.0, (gambar bawah):

Yamaha Cube My 1st Concept

Polygon yang tidak berlebih, cukup untuk menonjolkan kotak2x yang dinamis, (gambar bawah):

Low Polygon

Konsep design body kit Yamaha Vixion. Check this out, tampak depan (gambar bawah):

Yamaha Cube Tampak Depan

tampak samping (gambar bawah):

Tampak Samping

Nahh…udah ada gambaran dikepala kita sekarang kan? tampilan udah cukup sangar & rapi, bisa juga dibuat tanpa fairing untuk ngejar gaya Naked Bike / Street Fighter, next kita ke Part.2 Pelepasan polygon untuk di print.


8 comments Agustus 10, 2007

Working Day

Gw coba design logo buat blog ini, nyuri waktu 10 menit aja..

sambil ngerjain packaging yang deadlinenya nanti sore, waa.. need to be hurry!

Buku Gambar


1 comment Agustus 9, 2007



vixion

gw dah susun layoutnya, tinggal di print di karton duplex (foto nyusul) trus gw lipat mengikuti garis2x yang dibuat. Kenapa gw pake duplex, karna bisa di print, murah & gampang buat di bentuk dan gak susah nyarinya di toko-toko buku. Kalau kurang tebal bisa dibuat 2 lapis. Lem pake lem putih pvc.

Gambar karton duplex yang udah di lipat dan pasang di tangki:

070815_001.jpg

Udah keliatan berisi dan (more…)


12 comments Agustus 15, 2007

Modifikasi Vixion Part.02

Gw dah buat konsep dasarnya (baca part.01), sekarang kita mulai dengan Tangki. Gw lepas setiap polygonya untuk mempermudah lipatan. (gambar dibawah):

Tangki

Tangki yang sudah siap di lepas polygonnya.

Tangki 02

Polygon sudah terlepas, sekarang gw buat templatenya untuk diprint.

pecahan.jpg

Seperti ini bentuknya (gambar diatas) setelah polygons tadi dipecah-pecah, gw rapihin pake photoshop atau Macromedia Freehand. sekarang siap untuk di print dan dilipat.

Let’s go to the next step. “Part.03 Print dan Lipat”


11 comments Agustus 10, 2007

Kumpulan Gambar Modifikasi Yamaha V-ixion

Ada beberapa gambar acuan modifikasi Yamaha Vixion yang gw buat sewaktu nungguin inden Vixion gw beberapa bulan yang lalu, enjoy!

Yamaha V-ixion Merah Modif 01:

Yamaha Vixion

Yamaha V-ixion Merah Animated :

Yamaha Vixion Animated

Yamaha V-ixion Hitam dengan Fairing R1 :

Yamaha Vixion Hitam

Yamaha V-ixion Hitam Street Fighter:

Yamaha Vixion Hitam Street Fighter

Allright..Thats all folks!


118 comments Agustus 10, 2007

Modifikasi Vixion Part.01

Gw suka banget yang namanya Origami atau Modern Paper Art atau seni melipat kertas, bentuknya yang kotak2x terlihat rapi presisi & futuristic seperti batu krypton, tull gak? Kenapa ngak kita buat bentuk ini sebagai concept design acuan modif body motor? gw yakin bakal keliatan beda ama yang lain, yahh…gak ada salahnya kan kita coba. Untuk kelinci percobaanya gw pilih Yamaha Vixion yang nantinya gw kasih nama “Yamaha Cube” my 1st Concept. Untuk 3D modelingnya gw pake software . Untuk jumlah polygon gw buat ngak terlalu banyak untuk mengejar tampilan kotak2x.

NewTek Lightwave 3D 8.0, (gambar bawah):

Yamaha Cube My 1st Concept

Polygon yang tidak berlebih, cukup untuk menonjolkan kotak2x yang dinamis, (gambar bawah):

Low Polygon

Konsep design body kit Yamaha Vixion. Check this out, tampak depan (gambar bawah):

Yamaha Cube Tampak Depan

tampak samping (gambar bawah):

Tampak Samping

Nahh…udah ada gambaran dikepala kita sekarang kan? tampilan udah cukup sangar & rapi, bisa juga dibuat tanpa fairing untuk ngejar gaya Naked Bike / Street Fighter, next kita ke Part.2 Pelepasan polygon untuk di print.


8 comments Agustus 10, 2007

Working Day

Gw coba design logo buat blog ini, nyuri waktu 10 menit aja..

sambil ngerjain packaging yang deadlinenya nanti sore, waa.. need to be hurry!

Buku Gambar


1 comment Agustus 9, 2007



gw dah susun layoutnya, tinggal di print di karton duplex (foto nyusul) trus gw lipat mengikuti garis2x yang dibuat. Kenapa gw pake duplex, karna bisa di print, murah & gampang buat di bentuk dan gak susah nyarinya di toko-toko buku. Kalau kurang tebal bisa dibuat 2 lapis. Lem pake lem putih pvc.

Gambar karton duplex yang udah di lipat dan pasang di tangki:

070815_001.jpg

Udah keliatan berisi dan (more…)


12 comments Agustus 15, 2007
gw dah susun layoutnya, tinggal di print di karton duplex (foto nyusul) trus gw lipat mengikuti garis2x yang dibuat. Kenapa gw pake duplex, karna bisa di print, murah & gampang buat di bentuk dan gak susah nyarinya di toko-toko buku. Kalau kurang tebal bisa dibuat 2 lapis. Lem pake lem putih pvc.

Gambar karton duplex yang udah di lipat dan pasang di tangki:

070815_001.jpg

Udah keliatan berisi dan (more…)


12 comments Agustus 15, 2007

Minggu, 06 April 2008

Banten Green Go


Mas Kawin Kalung itu, (Berganti) 101 Pohon Nyamplung

Keindahan bumi Syeh Maulana Yusuf di ujung barat Pulau Jawa itu akan kian mempesona. Tak pelak, kesuburan hingga kesejukan juga kian membalut kecantikan Banten. Benarkah?, Mungkin 10 tahun nanti, pesona itu cukup nyata. Asalkan saat ini para penghuninya mulai merawat, menjaga serta sadar untuk menghijaukan lingkungan.


Lebih sekadar “pure” keelokan, masyarakat duniapun mungkin akan berterima kasih kepada penduduk Banten ini lantaran telah menghijaukan lingkungannya, sehingga sedikit-banyak mampu mengantisipasi dampak global warming nantinya serta “paru-paru dunia” juga tercipta di Banten.
Saat Penanaman Pohon Bersama Menteri Kehutanan (Menhut) dan Menteri Energi dan Sumberdaya Alam (ESDA) di Kampung Tirtayasa, Desa Sindang Sari, Kecamatan Pabuaran, Serang, Jum'at (4/4/2008) kemarin, Menteri Kehutanan Haji Malam Sambat Kaban menaruh harap kepada masyarakat untuk bersatu padu menciptakan bumi hijau di Banten ini. Yah, salah satunya dengan menanam pohon Nyamplung.
Penanaman pohon Nyamplung kudu dimulai, meski hanya di lakukan di sekitar lingkungan rumah tinggalnya. Namun lebih baiknya lagi, jika masyarakat juga mulai membangun kesadaran untuk menanam Pohon Nyamplung secara kaffah (menyeluruh). Dalam setiap acara, misalnya, menanam pohon Nyamplung ini menjadi pemanis silatruhami. Lebih hebatnya lagi, bila setiap perkawinan atau saat melamar, sang mempelai memberikan mas kawin berupa 101 pohon Nyamplung untuk ditanam.
"Kalau dengan mahar atau mas kawin seperangkat alat sholat mungkin biasa, yang tidak biasa adalah bagaimana jika 101 pohon dimaharkan sebagai bagian dari perjanjian pernikahan," kata MS Kaban.
Pohon Nyamplung, memang cukup terlupakan di tengah masyarakat saat ini. Padahal gunanya sangat bermanfaat disaat kebutuhan akan bio energi sangat tinggi dan upaya menjaga lingkungan. Pohon bernama Avilum Ilovilum ini bijinya bisa menghasilkan 70 persen kandungan minyak setiap 1 kilogram.
Bibitnya banyak tersedia di sekitar kawasan pesisir pantai di Seluruh Indonesia, termasuk di Banten.
Kontan Gubernur Banten Hj Ratu Atut Chosiyah, menimpali saran MS Kaban ini. "Mungkin saja ini (mas kawin pohon Nyamplung) bisa dilakukan, sebagai salah satu dari ibadah dan amal kita didunia," katanya.
Dengan mimik sedikit bertanya kejelasan hukumnya, Atut kembali meneruskan pendapatnya ini sambil bertanya kepada Kandepag Provinsi Banten apakah hal ini sah jika dilakukan oleh pasangan yang ingin menikah. "Bayangkan kalau setiap calon mempelai melakukan ini, dalam jangka kurang dari setahun pasti sudah bisa terselesaikan program penghjauan ini," ujarnya.(pane/rizal.tangerangtribun) poto: pane

Jumat, 04 Januari 2008

Bencana Banjir dan Problem Tata Kota


Banjir yang melanda sebagian wilayah Kota Tangerang (juga sebagian besar Indonesia), bukan hanya fonemena alam dan musibah tahunan. Persoalan banjir adalah persoalan prilaku dan tata ruang. Perlu kebijakan untuk mengeliminir (bahkan) menekan meluasnya bencana.

Khomsurizal, Tangerang Tribun


Banjir bukan persoalan takdir atau kekecewaan tuhan atas prilaku manusia. Persoalan banjir adalah persoalan tumpangtindihnya kebijakan yang membuat penataaan tata kota tidak terarah, serta kebiasaan umat manusia yang sembrono dan tak peduli menjaga lingkungan.
Sebenarnya, problem yang disebutkan diatas sudah disadari betul oleh pembuat kebijakan. Namun kuatnya kepentingan untuk mendapatkan profit (dari pembangunan property misalnya) membuat kita ‘terpaksa’ bersikap masa bodoh.
Problem tata ruang, mestinya menjadi “Kambing Hitam” penyebab musibah bencana banjir ini, karena dengan seenaknya mereka melakukan perubahan tata guna lahan, penyimpangan rencana tata ruang wilayah, makin berkurangnya daerah resapan air, dan makin padatnya rumah-rumah di bantaran kali serta pengurukan tanah.
Meski banjir akhir-akhir ini terbilang besar, tetapi tipikal penyebab bencana tetap sama; hutan gundul, pembangunan serampangan, hingga tak adil menjaga sungai dengan membuang sampah sembarangan. Melihat hal itu, mestinya penanganan dan pencegahan sudah bias dilakukan. Baik oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah dan instansi terkait. Apalagi badan Meteorologi dan Geofisika sudah mewanti-wanti, curah hujan pada musim hujan tahun ini lebih besar karena siklus limatahunan.
Walikota Tangerang Wahidin Halim mengatakan, penanganan banjir di daerahnya harus dilakukan secara integratif yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pemerintah daerah penyangga Ibu Kota Jakarta.
Saat ditemui Tangerang Tribun, beberapa waktu lalu di kediamannya, dia mengungkapkan fenomena banjir ini sebenarnya merupakan bencana alam yang tidak bisa diselesaikan sendiri oleh Pemkot Tangerang. Sebab bencana banjir ini sudah merupakan bencana antar daerah yang harus diselesaikan bersama-sama.
“Menurut saya solusi yang tepat untuk penanganan dan pencegahan ancaman banjir ini adalah diperlukan adanya suatu kebijakan nasional dalam rangka penataan ruang termasuk di dalamnya penataan sungai-sungai yang ada di hilir yang berpotensi menimbulkan banjir,” kata Wahidin Halim.
Pencegahan banjir ini, sambungnya, bisa dengan penataan dan perbaikan aliran sungai serta Daerah Aliran Sungai (DAS), misal dengan membuat jalur hijau di daerah Garis Sepadan Sungai (GSS) dan melarang daerah tersebut sebagai tempat pemukiman. Selain itu pembuatan tandon-tandon air, normalisasi tempat-tempat penampungan air, rebosiasi, serta normalisasi sungai-sungai kecil juga perlu dilakukan.
Wajar saja, jika daerah Kota Tangerang yang memiliki strukturisasi sungai di bawah apitan beberapa sungai, seperti Kali Pesanggarahan, Kali Angke, Kali Sabi dan Kali Cirarab serta Kali Cisadane, mengalami bencana yang lebh dasyat dibandingkan wilayah lainnya.
Demikian diperparah beberapa bantaran kali di Kota Tangerang juga sudah dijadikan perumahan-perumahan, seperti Pinang Griya, Total Persada, Ciledug Indah dan lainnya.
Menurut Kepala Balai PSDA Provinsi Banten Wilayah Sungai Cidurian dan Cisadane, Joko Suryanto mengatakan, perlu adanya normalisasi sungai dari hulu ke hilir, terutama di ruas-ruas kritis. Normalisasi juga bisa menekan risiko dan kerugian jika banjir datang. Namun, normalisasi tetap harus dilanjutkan dengan perbaikan daerah aliran sungai dan juga pemeliharaan yang memadai. “Bantaran sungai sudah penuh rumah. Itu belum masalah genangan di jalan, seharusnya perlu juga dibangun sodetan untuk mengatasi masalah banjir, sayangnya beberapa orang menolak dibangun proyek sodetan itu,” kata Joko.
Sebenarnya, sambung Joko, potensi Cisadane justru bisa menanggulangi banjir. Panjangnya sekitar 250 kilometer lengkap dengan kelokannya, debit banjir Cisadane bisa bisa mencapai 1.500 meter kubik per detik. Tetapi hilir pembuangan air, sekarang sudah dipenuhi perumahan warga di Kohod Pakuhaji dan Tanjung Burung Teluk Naga di Kabupaten Tangerang. “Solusinya perlu ada relokasi penduduk, kalau dulu daerah itu dilarang ditempati, karena untuk menanggulangi pembuangan banjir,” kata Joko.
Di samping itu, musim penghujan yang hadir pada penghujung tahun dan sekitar awal tahun baru di daerah ini, seringkali kali menitipkan bencana banjir akibat minimnya daerah resapan air dan terbatasnya kapasitas drainase kota. Pada daerah-daerah perumahan yang “konon” dahulu di jaman penjajahan Belanda tidak boleh ditempati penduduk, karena untuk resapan air, seperti di Kecamatan Priuk, Kecamatan Pinang, Kecamatan Cibodas, kini telah diberdiri perumahan berkelas “elit”, yakni Total Persada Priuk, Pinang Griya Pinang, Taman Cibodas dan seterusnya. Sedangkan pegembang perumahan-perumahan tersebut tidak menyediakan danau buatan untuk resapan air sebagaimana ketentuan. Ironinya, saat ini banyak lahan yang dibangun beton yang akhirnya semua mengandalkan drainase. Tak ayal lagi, banjir terjadi dimana-mana!. (*) Foto: M Jakwan/Tribun.

Kamis, 27 Desember 2007

Tahun 2015 Indonesia Bisa Pecah

Indonesia pada 2015 diperkirakan bisa pecah menjadi sedikit-dikitnya 17 negara bagian, dan sebagai induknya, Negara Republik Jamali yang terdiri atas Jawa-Madura dan Bali, sebagai cermin imperium Majapahit zaman dulu.
"Sudah merupakan suratan Tuhan Yang Maha Kuasa, setiap 70 tahun berjalan, suatu kerajaan atau negara kebanyakan terjadi perpecahan. Mungkin juga termasuk di Indonesia," kata Direktur Utama Komite Perdamaian Dunia (The World Peace Committe), Djuyoto Suntani, dalam peluncuran bukunya di Jakarta, Kamis (27/12).
Lembaga Swadaya Internasional, kata Djuyoto, membuat garis kebijakan mendasar pada patron penciptaan tata dunia baru. Peta dunia digambar ulang. Uni Soviet dipecah menjadi 15 negara merdeka, kemudian Yugoslavia dipecah menjadi enam negara merdeka, dan demikian juga Cekoslowakia. "Di Irak saat ini sedang terjadi proses pemecahan dari masing-masing suku," katanya.
Indonesia, kini juga sedang digarap untuk dipecah-pecah menjadi sekitar 17 negara bagian oleh kekuatan kelompok kapitalisme dan neoliberalisme yang berpaham pada sekularisme.
Pokok pikiran tersebut, kata Djuyoto, "Saya tuangkan pada Bab II yang juga memberikan jalan keluar agar Indonesia tetap menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia/NKRI".
Peluncuran buku yang dihadiri para tokoh nasional, seperti Djafar Assegaf itu, Djuyoto memaparkan, adanya konspirasi global yang berupaya memecah dan menghancurkan Republik Indonesia.
Upaya memecah-belah Indonesia itu dilakukan melalui strategi "Satu dolar Amerika Serikat/AS menguasai dunia", yang digarap oleh organisasi tinggi yang tidak pernah muncul di permukaan, namun praktiknya cukup jelas, yakni berbaju demokratisasi dan Hak Asasi Manusia (HAM). "Jika pecahnya itu menuju kebaikan rakyat, tidak menjadi soal, tetapi pecahnya NKRI itu justru akan menyulitkan rakyat karena semua aset penting dan berharga dikuasai investor asing di bawah kendali organisasi keuangan internasional," katanya.
Sementara itu, Dirjen Bina Sosial di Departemen Sosial, Prof DR Gunawan Sumodiningrat, yang mewakili Menteri Sosial (Mensos), Bachtiar Chamsyah, menyatakan bahwa ancaman perpecahan NKRI tersebut kini tampak nyata. "Saya sendiri sampai saat ini merasa bingung, mengapa rakyat Indonesia dapat bersatu, padahal banyak perbedaan, di antara suku-suku yang ada," katanya.
Perbedaan itu dapat disatukan, menurut dia, lantaran adanya Pancasila, di antara sila pertama adalah Ketuhanan yang Maha Esa, kemudian dibingkai dalam lambang Burung Garuda, yakni Bhineka Tunggal Eka. "Atas nama Tuhan Yang Maha Esa, kita dapat disatukan, melalui simbol Pancasila. Oleh karena itu, saya mendorong pemerintah sebaiknya melakukan kaji ulang untuk menerapkan Penataran Pedoman Penghayatan Pancasila (P4)," katanya.
Jika dulu cara penyampaiannya menggunakan model indoktrinasi, ia mengusulkan, saat ini perlu diubah melalui diskusi dan membuka wacana luas, dengan substansi Pancasila masih diperlukan untuk mempererat NKRI.
Ia menilai, pada dasarnya Indonesia ini mudah akan terjadi perpecahan, jika generasi penerus tidak menyadari adanya pihak asing yang ingin membuat Indonesia tidak kuat.
Buku berjudul "Indonesia Pecah" yang terdiri atas 172 halaman, termasuk foto-foto, kata Gunawan, menarik untuk dibaca karena sedikit-dikitnya ada tujuh penyebab Indonesia terancam pecah, seperti siklus sejarah tujuh abad atau 70 tahun.
Kemudian, tidak adanya figur atau tokoh pemersatu yang berperan menjadi Bapak Seluruh Bangsa, pertengkaran sesama anak bangsa yang terus terjadi, upata stategis dari konspoirasi global, dan adanya nama Indonesia yang bukan asli dari Nusantara. "Semua itu perlu diteliti lebih lanjut, apakah ada relevansinya dengan kejadian saat ini dimana banyak daerah ingin memisahkannya," katanya menambahkan.(Antara)
Source: http://antara.co.id/arc/2007/12/27/tahun-2015-indonesia-bisa-pecah/