Rabu, 23 April 2008

Pondok Cabe Jadi Bandara Internasional

SERPONG, TRIBUN – Lapangan Udara Pelita Air Service Pondok Cabe di Kecamatan Pamulang, Kabupaten Tangerang mulai tahun 2009 akan dikembangkan menjadi Bandara yang melayani penerbangan domestik dan internasional. Aviation Agencies Australia atau AAA sebagai investor asing telah menyatakan minatnya untuk mengembangkan lapangan terbang tersebut.
Selain untuk menghidupkan kembali lahan penerbangan yang terbengkalai, pengembangan Bandara Pondok Cabe menjadi Bandara alternatif ini juga diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat setempat, menyerap tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan asli daerah.
Keseriusan rencana pengembangan Bandara Pondok Cabe ini dipaparkan Aviation Agencies Australia dalam ekspose rencana pengembangan Bandara Pondok Cabe di Country Club Bumi Serpong Damai, Serpong, Selasa (22/4). Ekpose ini dilakukan perusahaan asing itu di depan Bupati Tangerang Ismet Iskandar, Wakil Bupati Tangerang Rano Karno, perwakilan Kadin Kabupaten Tangerang Zaki Iskandar dan sejumlah pejabat dinas terkait di Kabupaten Tangerang lainnya.
Managing Partner AAA, Samudera Sukardi dalam paparannya menjelaskan, konsep pengembangan Bandara Pondok Cabe yang akan dilaksanakan ini adalah dengan membangun Boutique Airport. Di Bandara itu nantinya akan dilengkapi berbagai fasilitas seperti cargo warehouse, catering center, ground service, circuit maintenance dan fasilitas pendukung lainnya seperti hotel, mal, entertaiment exhibition, lahan parkir, akademi penerbangan dan fasilitas pelayanan publik lainnya. Bandara Pondok Cabe akan diubah peruntukkannya menjadi bandara komersial yang melayani penerbangan rute dalam dan luar negeri dengan kapasitas 10 juta penumpang setiap tahun.
“Pengembangan Bandara Pondok Cabe ini akan dilakukan dengan cara perluasan panjang runway dari 2.200 meter menjadi 2.500 meter dengan luas total lahan mencapai 161 hektar,” kata Samudera Sukardi seraya menambahkan bahwa rencana pengembangan Bandara Pondok Cabe sudah disetujui oleh PT Pertamina, selaku pemilik lahan dan Departemen Perhubungan.
Menurut Samudera, pengembangan Bandara Pondok Cabe yang akan dimulai pada tahun 2009 itu, direncanakan sebagai Bandara pendamping Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Nantinya, Bandara Pondok Cabe ini dapat menampung 20 unit pesawat jenis Boeing 737, Airbus 320, dan helikopter. Aviation Agencies Australia (A3) telah menyatakan kesiapannya untuk menanamkan modal sebesar US$ 100 juta dolar untuk mengembangkan lapangan terbang Pondok Cabe itu.
Menyikapi hal itu, Bupati Tangerang Ismet Iskandar mengatakan sangat mendukung rencana pengembangan Bandara Pondok Cabe ini. Karena, dengan adanya bandara komersial di Pamulang ini, tentu dapat menyerap tenaga kerja dan meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.
Ismet mengatakan pihaknya selalu terbuka kepada semua investor yang ingin membangun Kabupaten Tangerang. Ia menyatakan sangat mendukung rencana investor Australia yang akan membangun Bandara Pondok Cabe yang selama ini tidak tergarap secara maksimal. Ismet mengaku mendukung rencana pembangunan tersebut asalkan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan.
”Ini juga akan menjadi poin plus bagi Kota Tangerang Selatan yang akan terbentuk nanti," kata Ismet.(Tangerang Tribun)

Jumat, 18 April 2008

Tamu tak Diundang…


Lagi, lagi dan lagi. Masih segar dalam penderitaan 650 keluarga Desa Tanjung Burung Teluknaga (kurang dari sepekan lalu) akibat luapan Kali Cisadane, banjir datang lagi. Bila sebulan kemarin, tepatnya awal tahun 2008, banjir menggenangi hampir seluruh wilayah Tangerang, banjir pada Rabu dan Kamis ini melanda perkampungan di pinggiran kali yang hulunya dari Bogor. Lantas orang bilang, banjir ini merupakan “tamu kiriman” dari Bogor.
Sebut saja, korbannya ialah ratusan rumah dan sawah pinggir kali (Girli) Cimanceri atau kali Ciranjeun. Tak terhitung, harta benda ikut melayang dan kerugian immaterial tak terhitung lagi.
Dari pola luapan banjir, lagi-lagi masih sama, yakni banjir kiriman dari Bogor. Bukankah hal ini sudah cukup rutin, bahkan hampir setiap hujan besar di daerah hulu menyebabkan banjir bandang ke daerah hilir seperti Tangerang ini.
Kalangan aktivis lingkungan kembali mengingatkan, pemerintah daerah justru disibukkan penangan bencana ini secara responsif, bukannya terintegrasi dan menyeluruh yang melibatkan seluruh daerah serta merangkul sektor swasta.
Dikatakan responsif, lantaran pencegahan itu dilakukan seporadis pada bagian-bagian tertentu. Meski dikabarkan program penambahan daerah resapan air secar perlahan dilakukan, pennambahan jalur hijau dan hutan kota juga dilakukan serta pengerukan sungai-sungai dangkal dilakukan, tetapi pembangunan gedung dan jalan beraspal kerap kali masih “serabutan”.
Sistem drainase seperti di kawasan perumahan milik pengembang yang dinilai buruk, belum dirapikan secara optimal. Bahkan anehnya, sejumlah pengembang dikabarkan telah “menghilangkan diri” tanpa bertanggung jawab terhadap masalah lingkungan yang dihadapi para penghuninya.
Selain itu, pemerintah setempat juga belum memiliki payung hukum untuk menindak tegas para pengembang yang membangun kawasan perumahan secara serabutan itu, seperti syarat ketersediaan tandon atau danau buatan, kawasan hijau hingga sistem drainase. Pasalnya, disamping penghijauan dan pembuatan danau, bahwa sistem drainase inilah salah satu penyebab kehadiran “tamu tak diundang” itu kembali datang.(rj) Foto: M Jakwan/ Tangerang Tribun

Kamis, 17 April 2008

Pantai Surga itu Belum Nyata


Beberapa daerah di Indonesia, potensi wisata dapat dikelola optimal dan mampu menghasilkan Pendapatan Asli daerah (PAD) cukup besar hingga miliaran juta rupiah. Sebut saja, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, sebesar Rp 225 miliar setahun atau mencapai hampir separoh PAD setempat. Di Kabupaten Bitan, Provinsi Kepulauan Riau sektor pariwisata menyumbangkan Rp 38 miliar dari total PAD sebesar Rp 108 miliar. Namun banyak juga, daerah-daerah yang memiliki ribuan titik potensi pariwisata, dus tak mampu menjadikan pariwisata sebagai primadona bagi PAD.
Belajar dari pengalaman “menyulap” sektor pariwisata dari daerah-daerah tetangga, nampaknya di Kabupaten Tangerang juga cukup “perawan” untuk bisa “dianakturunkan” atau dikembangkan. Bahkan mungkin juga sektor pariwisata ini, menjadi andalan dalam menopang sumber keuangan bagi laju pembangunan daerah. Apalagi di Kabupaten Tangerang ini, memiliki banyak sekali potensi wisata baik berupa pantai (wisata bahari hingga kepulauan), setu, alam, alam buatan hingga juga pariwisata perbelanjaan.
Dari jenis pariwisata pantai, Kabupaten Tangerang dibelah pesisir sepanjang 51 kg lengkap dengan beberapa pulau peranakannya. Dari setu, setidaknya dipenuhi 20 setu dan lain-lainnya.
Lalu “Si Otong” akan berkata, “Siapakah yang perlu mengelola sejumlah potensi pariwisata itu? lalu bagaimana mengoptimalkannya?, Kan beberapa potensi itu tak sepenuhnya “milik” daerah ini?” dan banyak lagi mungkin pertanyaan yang kerap muncul, sehingga pihak berwenang menjadi gamang dalam mendorong sektor pariwisata itu menjadi PAD andalan.
Orang bijak, mungkin akan berkata, “Untung kita memiliki potensi pariwisata yang cukup kaya, tinggal dikelola aja”, sergahnya.
Dikabarkan oleh pelancong dari Dubai; pada awal tahun 1990-an bahwa Dubai merupakan hamparan pasir yang mungkin menurut orang awan tak memiliki kesuburuan, boro-boro akan menjadi tempat favorit bagi para tourits, tanda-tanda kehidupan saja tak nampak. Tapi saat ini, di Dubai telah berdiri hotel mewah, pulau-pulau buatan yang sejuk nan indah dan berbentuk pohon palem hingga di Dubai ini juga akan berdiri gedung tertinggi di dunia. Ternyata perubahan alam gersang menjadi alam mempesona yang mengundang jutaan tourist untuk datang ini berkat kepiawaian tokoh pariwisata bernama Sheikh Maktoum bin Rashid Al Maktoum. Ia cukup consern terhadap perkembangan pariwisata, sekaligus berpikir meraup dinar untuk membiayai pemerintahan Kota Dubai.
Perlukah kemudian Tangerang juga bertanya kepada Sheikh Maktoum bin Rashid Al Maktoum, atu Made Suryawan dari Bali, Des Alwi dari Banda, Ankudinov dari Rusia, Dedina dari Perancis hingga tokoh-tokoh pariwisata lainnya untuk membahas melimpahnya potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang tetapi yang kurang tergarap optimal ini.(*)

Rabu, 16 April 2008

Tjimande di Kali Cisadane

Oleh: Khomsurizal
(Radius Nol / Tangerang Tribun)

Bagi generasi saat ini, Surya yang dikenal sebagai “Pendekar Cisadane” kurang populer di kalangan warga, apalagi anak sekolahan. Namun nilai-nilai perjuangannya saat mengusir penjajahan di bumi Benteng Betawi ini patut dilestarikan, hingga suatu waktu Dinas Pendidikan pernah menggagas agar “Pendekar Cisadane” ini masuk dalam kurikulum sekolah.
Selain perjuangannya mengusir penjajah, Pendekar Cisadane ditengarai memiliki pesan moral, falsafah dan semangat melestarikan budaya asli Tangerang. Bila demikian, patut kiranya, rencana “menyekolahkan” Pendekar Cisadane ini segera diterapkan. Apalagi, budaya orisinil dan kesenian Tangerang sudah tergerus zaman serta mulai hilang dari peredaran kosmopolitan.
Di sisi lain, Sabtu (13/4) lalu, Kesenian Tari Tjimande Tari Kolot Kebon Djeruk Hilir (TTKKDH) oleh para pengurusnya akan didorong untuk masuk dalam kurikulum sekolah di Kabupaten Tangerang. Dikatakan Sonny Indrajaya, Ketua TTKKDH, tengah menyiapkan program untuk kembali memajukan kesenian tari Tjimande yang telah ada sejak tahun 1952 itu. Dirinya bertekad mengenalkan kesenian tari ini hingga bisa dikenal dunia melalui sekolah-sekolah di Kabupaten Tangerang.
Nah dari semangat pekerja seni dan budaya tersebut diatas, nampaknya masyarakat juga perlu melirik sejumlah kebudayaan asli atau kesenian yang berabad-abad lalu telah berkembang di Tangerang. Seperti diketahui, Tangerang merupakan titik pertemuan beragam etnis dan multi kultur baik Sunda, Betawi, Jawa, Tionghoa dan lainnya yang menumbuhkembangkan beragam pula seni dan budaya diantaranya ialah Tari Cokek, Tari Kucing Ngarang, Bola Sundul dan Tari Tjimande.
Bahkan pekan lalu, sejumlah pekerja seni dan seniman yang tergabung dalam Barisan Muda Seni Budaya Tunas Paramuda Kabupaten Tangerang juga menemui Wakil Bupati H Rano Karno untuk membicarakan perkembangan budaya dan seni di Tangerang. Nampaknya, bidang kesenian di Kabupaten Tangerang boleh dikatakan memasuki proses “pembangkitan”, seiring harapan terhadap kepemimpinan (Ismet dan Rano “Si Doel Anak Sekolahan”) yang dinilai cukup consern atas seni dan kebudayaan ini. Jika tak sekarang, kapan lagi!.(*)

Selasa, 15 April 2008

New Ninja 250R, gebrakan baru dari Kawasaki…!!! Juni 4, 2007



New Ninja 250R, gebrakan baru dari Kawasaki…!!! Juni 4, 2007, Otomotif.

trackback
Semakin santer aza Ninja 250R akan masuk ke Indonesia. Motor yang akan diimport dari Thailand ini keliatannya bakalan meramaikan pasar kendaraan roda dua di Indonesia. Well Ninja 25oR dikenal juga sebagai EX250 di Eropa, ZZR 250 di US atau ZXR250 di Aussie. Kawasaki kelas 250cc ini diproduksi pertama kali pada tahun 1986 dan masih bertahan sampai saat ini, dan sejak tahun 2007 Ninja 250R diproduksi di Thailand. Tarikan Ninja 250R ini cukup responsif, dimana 0-100 km/h dapat dicapai dalam 5.7 detik. Spesifikasi Ninja 250R
Ninja 250R menggunakan engine 4 stroke paralel twin, DOHC, liquid cooled, 8 valves dan dilengkapi dengan counterbalancer. Dengan engine segitu, power yang dihasilkan dapat mencapai 36HP pada 11000RPM. Torsi yang dihasilkan dapat mencapai 24Nm pada 10000 RPM. Startingnya pun udah menggunakan electric yang ciri khas moge saat ini. Compression rationya juga cukup tinggi yaitu 12.4:1. Carburator nya menggunakan 2 Keihin CVK30.. (lumayan lah.. walau gue nyakin.. nyampe disini bakalan banyak yg pengen ubah jadi 34.. ). Sistem kopling menggunakan tipe basah. Suspensi depan menggunakan hydraulic telescopic fork, dan belakang menggunakan unitrack mono shock. Remnya depan dan belakang sudah pakai disc, kagak tromol lagi… !!! Ban depan menggunakan ukuran 100/80-16, dan belakang menggunakan 130/80-16. Dengan berat 138 kg, power-to-weight ratio motor ini mencapai 0.26 HP/kg (mirip dengan mito, dan lebih tinggi dibandingkan sportster 883..!! ).
Bakalan laku nggak neh Motor…??
Ini semua berpulang dari Kawasaki juga, mau dijual berapa disini…??? Kalau dari spec udah oke lah… Kalau di Amrik sono dijual MSRP USD 2999. Tapi khan sekarang udah buatan Thailand… jadi mestinya juga lebih murah.. Saran gue mah.. (yah kalau mau didengerin).. jangan terlalu mahal-mahal.. kalau nggak pasar bakalan negatif merespons… Ada baiknya dilakukan advertising.. setidaknya untuk menahan konsumen agar nggak mikir-mikirin Yamaha V-ixion mulu.. yah minimal ada pilihan… bukankah konsumen adalah raja… betulkan pembaca.. ??? Anyway, kita liat aza nanti.. apakah market akan merespons positif or negatif… time will tell…
note :

Info terakhir fairing New Ninja 250R akan mengadopsi model Ninja ZX-10R. Jadi bisa dibayangin, fairing ngikot ZX-10R, tapi engine masih Ninja 250. Ada yang jago photoshop nggak…?? Kira-kira bentuknya kayak gimana yah… tapi mestinya oke deh.. Kalau masih tetep model lama.. keliatannya kurang ada respond positif deeh… Maklum konsumen Indonesia masih pengen tampilan ngejrenggg.. walau engine nya nggak gede-gede banget…

New Ninja 250R, gebrakan baru dari Kawasaki…!!! Juni 4, 2007



New Ninja 250R, gebrakan baru dari Kawasaki…!!! Juni 4, 2007, Otomotif.

trackback
Semakin santer aza Ninja 250R akan masuk ke Indonesia. Motor yang akan diimport dari Thailand ini keliatannya bakalan meramaikan pasar kendaraan roda dua di Indonesia. Well Ninja 25oR dikenal juga sebagai EX250 di Eropa, ZZR 250 di US atau ZXR250 di Aussie. Kawasaki kelas 250cc ini diproduksi pertama kali pada tahun 1986 dan masih bertahan sampai saat ini, dan sejak tahun 2007 Ninja 250R diproduksi di Thailand. Tarikan Ninja 250R ini cukup responsif, dimana 0-100 km/h dapat dicapai dalam 5.7 detik. Spesifikasi Ninja 250R
Ninja 250R menggunakan engine 4 stroke paralel twin, DOHC, liquid cooled, 8 valves dan dilengkapi dengan counterbalancer. Dengan engine segitu, power yang dihasilkan dapat mencapai 36HP pada 11000RPM. Torsi yang dihasilkan dapat mencapai 24Nm pada 10000 RPM. Startingnya pun udah menggunakan electric yang ciri khas moge saat ini. Compression rationya juga cukup tinggi yaitu 12.4:1. Carburator nya menggunakan 2 Keihin CVK30.. (lumayan lah.. walau gue nyakin.. nyampe disini bakalan banyak yg pengen ubah jadi 34.. ). Sistem kopling menggunakan tipe basah. Suspensi depan menggunakan hydraulic telescopic fork, dan belakang menggunakan unitrack mono shock. Remnya depan dan belakang sudah pakai disc, kagak tromol lagi… !!! Ban depan menggunakan ukuran 100/80-16, dan belakang menggunakan 130/80-16. Dengan berat 138 kg, power-to-weight ratio motor ini mencapai 0.26 HP/kg (mirip dengan mito, dan lebih tinggi dibandingkan sportster 883..!! ).
Bakalan laku nggak neh Motor…??
Ini semua berpulang dari Kawasaki juga, mau dijual berapa disini…??? Kalau dari spec udah oke lah… Kalau di Amrik sono dijual MSRP USD 2999. Tapi khan sekarang udah buatan Thailand… jadi mestinya juga lebih murah.. Saran gue mah.. (yah kalau mau didengerin).. jangan terlalu mahal-mahal.. kalau nggak pasar bakalan negatif merespons… Ada baiknya dilakukan advertising.. setidaknya untuk menahan konsumen agar nggak mikir-mikirin Yamaha V-ixion mulu.. yah minimal ada pilihan… bukankah konsumen adalah raja… betulkan pembaca.. ??? Anyway, kita liat aza nanti.. apakah market akan merespons positif or negatif… time will tell…
note :

Info terakhir fairing New Ninja 250R akan mengadopsi model Ninja ZX-10R. Jadi bisa dibayangin, fairing ngikot ZX-10R, tapi engine masih Ninja 250. Ada yang jago photoshop nggak…?? Kira-kira bentuknya kayak gimana yah… tapi mestinya oke deh.. Kalau masih tetep model lama.. keliatannya kurang ada respond positif deeh… Maklum konsumen Indonesia masih pengen tampilan ngejrenggg.. walau engine nya nggak gede-gede banget…

Minggu, 13 April 2008

Pohon, Angin dan Tangisan Awam


Setidaknya dihitung pada dua pekan terakhir, tragedi mengenaskan menimpa beberapa warga yang tinggal di sekitar pohon tinggi. Loh kok?, terang saja, saat angin ribut melanda atau tiba-tiba hujan angin kencang datang menerjang, tiba-tiba juga senyuman anak kecil berubah jadi tangisan.
Pohon itu tumbang, menimpa rumah warga hingga korban nyawapun tak terelakkan. Seperti yang dilaporkan harian Tangerang Tribun, peristiwa naas terjadi di Rawabuntu pada Rabu (9/4) lalu, Yona (7) tertimpa pohon dan menemui ajalnya. Begitupun warga di jalan Pamulang, akhir pekan lalu, terpaksa menderita kerugian akibat rumahnya tertimpa pohon dan baliho saat diterjang angin ribut. Di Pasar Kemis, seorang pekerja terperangkap di semak belukar saat pohon di pnggir jalanan tiba-tiba tumbang. Di Serpong, pohon tumbang juga menimpa dua mobil eropa saat diparkir di depan pusat perbelanjaan. Dan, masih banyak lagi mungkin yang tak terlaporkan.
Dari rentetan kejadian mengenaskan ini, bisa ditarik kesimpulan bahwa masih banyak pohon, baliho hingga tiang listrik yang perlu diwaspadai khususnya bagi keselamatan warga. Jangan sampai, pohon-pohon rindang di pinggir jalan yang awalnya diperuntukkan untuk menaungi pengguna jalan, justru membahayakan bagi keselamatan pengguna jalan itu. Oleh karenanya, intansi terkait seperti Dinas pertamanan dan Kebersihan atau pemerintah setempat mulai mendata sejumlah pohon yang rawan tumbang. Memelihara, memotong atau jenis perawatan lainnya mulai dilakukan. Apalagi, ancaman angin puting beliung hingga angin ribut masih cukup tinggi di sebagian daerah Kabupaten Tangerang ini.
Tentu, warga berharap kerindangan beberapa pohon di pinggir jalan dapat berbuah keindahan dan kenyamanan, bukan sebaliknya yakni berbuah bencana lantaran roboh menimpa harta miliki mereka.
Anehnya, pihak yang berwenang seperti “cuek bebek” tanpa mempedulikan keselamatan para warganya. Ayo pak, saatnya anda bergerak dan gak musti nunggu korban berjatuhan. Sedia payung sebelum hujan lebih baik, dibanding merapikan pohon tatkala sudah merenggut korban jiwa dan menimpa rumah warga tak berdosa.(*)

poto: santo/ tangerang tribun
caption: lokasi Yona (7), warga Rawabuntu, menghembuskan nafas terakhir setelah tertimpa pohon akibat angin kencang.

Jumat, 11 April 2008

Suzuki G-Strider



The Suzuki G-Strider was first seen during the 2003 Tokyo Motorshow. This concept motorbike is best described as half scooter half cruiser motorcycle as it shares atributes with both.With a feet forward seating position and adjustable seat, backrest, footpegs and windshield the G strider is geared for touring and mile eating.Futuristic safety features on the G-Strider include two rear-facing video cameras mounted in the rear lighting system, images are then relayed to monitors positioned either side of the handlebars.Ample power is provided by a 916cc parallel twin engine running through Suzuki's Electronically-controlled Continuously Variable Transmission (SECVT).

Suzuki G-Strider



The Suzuki G-Strider was first seen during the 2003 Tokyo Motorshow. This concept motorbike is best described as half scooter half cruiser motorcycle as it shares atributes with both.With a feet forward seating position and adjustable seat, backrest, footpegs and windshield the G strider is geared for touring and mile eating.Futuristic safety features on the G-Strider include two rear-facing video cameras mounted in the rear lighting system, images are then relayed to monitors positioned either side of the handlebars.Ample power is provided by a 916cc parallel twin engine running through Suzuki's Electronically-controlled Continuously Variable Transmission (SECVT).

Suzuki SIXteen


Sepertinya Suzuki Motor tidak mau ketinggalan dalam meluncurkan produk motor maticnya. Setelah Yamaha mengeluarkan Mio Soul, sebentar lagi Suzuki akan meluncurkan Suzuki SIXteen.
Berikut ini tampilan motor matic baru jagoannya Suzuki:

Suzuki SIXteen


Sepertinya Suzuki Motor tidak mau ketinggalan dalam meluncurkan produk motor maticnya. Setelah Yamaha mengeluarkan Mio Soul, sebentar lagi Suzuki akan meluncurkan Suzuki SIXteen.
Berikut ini tampilan motor matic baru jagoannya Suzuki:

NEW CBR 125 COOMING SOON


Bro, ada kabar hangatloh katanya honda mo ngglontorin CBR125 baru mirip2 CBR150 lah tp dibawahnya dikit, katanya mo buat nyaingin v-ixion

NEW CBR 125 COOMING SOON


Bro, ada kabar hangatloh katanya honda mo ngglontorin CBR125 baru mirip2 CBR150 lah tp dibawahnya dikit, katanya mo buat nyaingin v-ixion

Nurburgring: Yamaha R1 vs Porsche 911 GT3


This is an interesting video for those who love track videos. Two brothers take on the Nurburgring - Michael Neeves rides a Yamaha R1 superbike while his brother Ben follows him in a Porsche 911 GT3. Video after jump.

Nurburgring: Yamaha R1 vs Porsche 911 GT3


This is an interesting video for those who love track videos. Two brothers take on the Nurburgring - Michael Neeves rides a Yamaha R1 superbike while his brother Ben follows him in a Porsche 911 GT3. Video after jump.

Honda CBR150R: latest 150cc bike in Malaysia


With fuel prices expected to go up in the next election, many will be looking at ways to reduce fuel expenditure. While Ratan Tata wants to convert motorcyclists into car drivers with the Tata Nano, there is no such thing here yet and for those who are already driving cars with small engines, the only way is to go down and replace the transportation method of certain short commutes with a bike instead of a car. I myself have purchased an old 2nd hand Kawasaki Victor for this purpose.
One of the latest “hot” yet relatively affordable sports bikes in the Malaysian market is the Honda CBR150R, brought in officially by Boon Siew Honda Malaysia and it costs RM10,363.17 on the road including insurance. The Honda CBR150R is powered by a 150cc (149.4cc) 4-stroke carburetted single cylinder 4 valve DOHC engine with 11.0:1 compression and CDI ignition, mated to a 6-speed wet clutch manual transmission. It produces 18.98 PS at 10,500rpm and 13.5Nm of torque at 8.500rpm.

Honda CBR150R: latest 150cc bike in Malaysia


With fuel prices expected to go up in the next election, many will be looking at ways to reduce fuel expenditure. While Ratan Tata wants to convert motorcyclists into car drivers with the Tata Nano, there is no such thing here yet and for those who are already driving cars with small engines, the only way is to go down and replace the transportation method of certain short commutes with a bike instead of a car. I myself have purchased an old 2nd hand Kawasaki Victor for this purpose.
One of the latest “hot” yet relatively affordable sports bikes in the Malaysian market is the Honda CBR150R, brought in officially by Boon Siew Honda Malaysia and it costs RM10,363.17 on the road including insurance. The Honda CBR150R is powered by a 150cc (149.4cc) 4-stroke carburetted single cylinder 4 valve DOHC engine with 11.0:1 compression and CDI ignition, mated to a 6-speed wet clutch manual transmission. It produces 18.98 PS at 10,500rpm and 13.5Nm of torque at 8.500rpm.

Agenda Tersembunyi Yamaha V-ixion


Agenda Tersembunyi Yamaha V-ixion
Februari 25, 2007 at 4:13 pm (Opini, Otomotif)
Berbeda dengan Tachyon yg akhirnya segera dirilis untuk pasar Indonesia sebulan setelah dipamerkan pada tahun 2005, maka tidak demikian dengan V-ixion yg membutuhkan jeda berbulan-bulan sampai produknya dilepas ke pasar Indonesia. Sekedar informasi, dulu Tachyon dipamerkan pada September 2005 dan pada bulan Oktober versi massalnya yang bertajuk Yamaha MX 135LC segera hadir. Salah satu korbannya adalah aku yg segera membelinya pada Oktober 2005. Maklum, model dan teknologi MX keluar dari pakem bebek Indonesia. Dan membuat aku kepincut abis sehingga harus membelinya.
Sayang karena V-ixion ini tidak segera hadir. Padahal pada pameran Indonesia Motor Show yg digelar November 2006 lalu, sosoknya sudah bergaya dan membuat air liur para pengunjung pameran menetes deras (termasuk aku). Dan sejak saat itu pun gaungnya bergema ke seantero Indonesia. Dan saat itu pun kami sebenarnya tahu bahwa V-ixion akan dirilis segera menyusul MX yg duluan hadir dan meraih gelar “Bike of The Year 2006″ versi Motor Plus. Tetapi sampai saat ini (4+ bulan berselang) ternyata sosoknya belum dirilis secara resmi. Padahal para dealer telah diajak untuk mengenal sosoknya secara internal.
Bulan Januari lalu aku sempat mendapatkan foto-foto motor ini dari seorang rekan yg mengomentari artikel blogku. Dalam foto tersebut motor seperti baru keluar dari box dan masih diselimuti bungkus plastik. Kayaknya motor ini CBU (completely built-up) dari negara lain (mungkin dari Jepang. Atau Thailand?) untuk uji kelaikan di Indonesia.
Rancang bangunnya mirip dengan V-ixion walau pun bentuk mesin dan knalpotnya agak berbeda dengan V-ixion yg dipamerkan. Sebagai catatan, V-ixion prototype mesinnya 125 cc dan knalpotnya tersalur ke bawah jok. Tetapi tampilan keseluruhan sangat mirip. Yg menarik adalah stiker identitasnya adalah Viper. Tak ayal banyak yg berspekulasi bahwa nama produk masalnya adalah Viper. Tapi ternyata dugaan ini keliru. Setelah membaca banyak artikel di tabloid yg membahasnya, rupanya nama produk masalnya akan tetap menyandang nama V-ixion. Hmmm… padahal banyak yg mengira bahwa namanya meneruskan tradisi RX King (King Cobra), yaitu bernamakan ular.
Gaung V-ixion pun bergema. Banyak media yg berusaha mengupas habis V-ixion, baik media konvensional mau pun maya. Sebagian besar media menampilkan foto-fotonya. Dan belakangan semakin akurat karena walau pun belum dirilis, tetapi sudah banyak wartawan yg menjajalnya. Foto-foto V-ixion yg sedang berseliweran di jalan pun sudah ada. Artinya sudah ada unit yang hadir di jalan raya. Mungkin bukan unit yg dijual, tetapi unit uji kelaikan. Tetapi itu artinya motor ini akan segera dirilis.
Dealer-dealer pun sudah diperkenalkan dengan motor ini pada tanggal 9 Februari 2007 lalu (Otomotif 42/XVI). Berarti tinggal selangkah lagi sebelum motor ini benar-benar dijual ke pasar. Ah… jadi ingin ganti motor. Tapi tunggu dulu! Mari kita simak seperti apa V-ixion ini.
Teknologi Terdepan
Tidak dapat dipungkiri bahwa V-ixion mengusung banyak sekali teknologi canggih. Mungkin bukan yg pertama. Tetapi jika menilik motor dari para pesaingnya yg cenderung pelit mengadopsi teknologi canggih, maka V-ixion patut diacungi jempol. Coba saja cari motor produk massal dari produsen lain yg mengusung teknologi selengkap V-ixion ini. Hampir tidak ada! Jangan bandingkan dengan Honda CBR 150 karena motor ini built-up dari luar, jadi bukan produk massal untuk pasar Indonesia.
Uniknya adalah, berdasarkan referensi dari beberapa tabloid, harga V-ixion ini relatif terjangkau, yaitu seharga Rp 16 juta (kosong) atau Rp 17,5 juta OTR. Artinya performa produk dibanding harga akan sangat tinggi dibanding produk lain. Jadi motor ini bakal memiliki nilai ekonomi yg paling tinggi. Bahkan dibandingkan dengan bebek hyperbone, V-ixion bakal memiliki preferensi yg jauh lebih tinggi. Alhasil diperkirakan akan banyak sekali switching dari bebek ke V-ixion (motor sport).
Jelas saja. Dengan menambah Rp 1 juta dari harga bebek hyperbone atau pun bebek injeksi merek lain, maka Anda sudah dapat membawa pulang V-ixion. Secara teknologi lebih baik. Tampilannya pun oke banget. Dimensinya pun tidak jauh dari bebek. Ups… Ya betul, tidak salah! Rupanya dimensinya tidak beda jauh dengan bebek. Mungkin bisa kita bandingkan dengan MX 135LC. Bedanya tidak jauh. Mari kita simak.MX (PxLxT) = 1.945 mm x 705 mm x 1.065 mmV-ixion (PxLxT) = 2.000 mm x 705 mm x 1.035 mmPanjangnya cuma terpaut 5,5 cm. Sedangkan lebarnya sama. Tinggi totalnya bahkan lebih tinggi MX. Tetapi tinggi jok V-ixion lebih tinggi 2 cm (V-ixion 790 mm vs MX 770 mm). Kebayangkan kalau dimensinya tidak jauh dari bebek? So, switching dari bebek ke V-ixion bakal terjadi besar-besaran.
Strategi Yamaha?
Strategi Yamaha selama beberapa tahun belakangan ini, yaitu Low Price tetapi High Tech ini bagai gayung bersambut bagi para biker di Indonesia. Maklum, para biker sudah menunggu datangnya motor keren dengan teknologi tinggi. Sekali lagi maklum karena selama ini para biker hanya disuguhi motor sport/cruiser yg begitu-begitu saja. Padahal sudah banyak surat/email ke produsen mengenai hausnya para biker akan teknologi motor yg lebih baik. Kedatangannya bagai pucuk dicinta ulam pun tiba. (Halah, pakai kata mutiara segala)
Dan Yamaha telah berusaha memenuhi kehausan ini. Terbukti penjualan produk Yamaha sangat laku keras. Tengok saja Yamaha MX 135LC yg menjadi icon sukses Yamaha. Dan tidak berlebihan jika prestasi penjualan Yamaha pun naik terus dan mencapai angka 33,14% (Otomotif edisi 39/XVI) dari total penjualan motor di Indonesia. Ini sangat luar biasa mengingat penjualan merek lain cenderung turun, tidak terkecuali Honda yg sampai saat ini memegang puncak pimpinan penjualan di Indonesia. Tetapi Yamaha justru membukukan kenaikan yg pesat. Kasihan Suzuki yg harus terjun bebas angka penjualannya.
Mengapa bisa Low Price tetapi tetap High Tech? Rupanya jawabannya mudah! Yamaha meningkatkan penggunaan common part di V-ixion. Mari kita tengok beberapa di antaranya. Yg paling mudah dilihat adalah dari mesinnya. Sekilas mesinnya mengingatkan kita pada mesin MX 135LC. Dan memang tidak salah. V-ixion cuma mem-bore-up mesin MX yg 135 cc menjadi 150 cc. Tapi jangan lupa bahwa mesin V-ixion lebih mumpuni dengan adanya sistem injeksi.
Yang lebih tampak lagi adalah lampu depannya (head lamp) yg mengambil kakaknya, yaitu Scorpio. Rasanya kita bakal menemukan lebih banyak lagi komponen V-ixion yg juga terdapat di produk Yamaha yg lain. Inilah yg membuat biaya produksi V-ixion menjadi Low Cost yg pada akhirnya akan menjadi Low Price.
Tetapi jangan khawatir, rupanya teknologi baru yg dijejalkan lebih banyak lagi. Paling tidak dibandingkan pesaingnya. Tengok saja deretan nama-nama teknologi berikut: Liquid Cool, Injection, Monocross, LAS (lean-angle sensor), Delta-Box, dll. Dan jika V-ixion ini produknya Honda, bukan tidak mungkin jika harganya akan menjadi di atas Rp 22 juta. Syukurlah bahwa V-ixion ini produk Yamaha sehingga harganya mungkin Rp 17,5 juta OTR (Motor Plus 417/VII, Otomotif 42/XVI).
Agenda Yamaha
Kalau aku pribadi melihat bahwa V-ixion ini bakal mengulang prestasi MX. Bukan tidak mungkin bahwa prestasinya bakal lebih hebat lagi. Karena V-ixion tidak hanya memaksa konsumen motorsport lain beralih ke V-ixion, tetapi juga memaksa pengguna bebek sport (hyperbone) juga mencicipi V-ixion.
Kalau kita lihat, pengguna motorsport sekelas (atau yg kelasnya dekat), yaitu Honda MegaPro, Bajaj Pulsar, Suzuki Thunder 125, bukannya tidak mungkin, mereka bakal berpindah ke V-ixion. Apalagi rival terdekatnya, yaitu Honda MegaPro tidak memiliki keunggulan yg mampu mengalahkan V-ixion. Sedangkan produk fenomenal Suzuki, yaitu Suzuki Thunder 125 belakangan sudah mulai redup pamornya. Penjualannya sudah menurun. Bakal semakin parah jika V-ixion benar-benar dirilis.
Tapi rupanya Honda dan Suzuki tidak mau kalah. Memang benar jika mereka belakangan mulai kebakaran jenggot. Dan mereka menjadi sangat gencar mengiklankan MegaPro dan Thunder 125. Mereka tidak mau konsumennya lari ke V-ixion dan terus menggempur benak masyarakat dengan produk mereka. Tetapi mereka salah! Rupanya arus informasi telah meluncur bebas ke seluruh pelosok. Mereka sudah tahu tentang V-ixion. Mereka lebih baik menunda pembelian motornya dan menunggu kehadiran V-ixion.
Rupanya tidak hanya pasar motor sport yg kena imbas gema V-ixion, tetapi juga pasar motor bebek sport. Bersiaplah terjadi switching besar-besaran dari pengguna bebek sport. Mereka bakal beralih ke V-ixion. Di pasar bebek sport ini bercokol Suzuki Shogun/Arashi, Suzuki Satria F150, Honda Supra X125 PGMFI dan Yamaha MX 135LC. Hah, MX 135LC? Iya, jangan salah! Pengguna MX 135LC pun bisa saja beralih ke V-ixion. Bisa saja aku juga beralih ke V-ixion. Hihihi…
Seperti kita tahu, para pengguna bebek sport ini adalah para kaum pria yg menginginkan performa motor tunggangannya lebih baik dari pada motor bebek biasa. Mereka sebenarnya ingin memiliki motor sport/cruiser yg memiliki performa lebih baik, tetapi daya beli mereka tidak menjangkau harga sport/cruiser yg sebenarnya.
Fenomena Thunder 125 adalah contoh kasus yg tepat. Banyak sekali pengguna bebek yg beralih ke Thunder 125. Terutama karena harga Thunder 125 yg seharga bebek tetapi macho. Tetapi rupanya itu hanya trend sesaat. Tidak ada yg menarik dari Thunder 125 kecuali tampilannya yg cruiser. Sayang performanya sangat kurang. Paling tidak Thunder 125 sempat mencuri perhatian pengguna bebek yg menginginkan tampilan macho dengan membeli Thunder 125 yg macho dan murah.
Kali ini V-ixion bakal mencuri lebih banyak lagi pengguna bebek. Tidak hanya kaum pria, tetapi kaum wanita juga bakal tercuri. Ini tidak mustahil mengingat dimensi V-ixion yg ramping dan tergolong ringan (114 kg) dibanding motor sport/cruiser yg lain. Sekarang tidak jarang wanita yg mengendarai motor sport/cruiser. Mereka pun bakal menjadi sasaran V-ixion!
Langkah ini bakal mulus karena V-ixion menawarkan harga yg kompetitif dengan teknologi yg seabrek. Bila kita bandingkan performa banding harga, maka V-ixion jelas paling baik dibanding para rivalnya. Bahkan jika dibandingkan dengan bebek hyperbone. Nilai performa banding harga yg tinggi ini menjadikan V-ixion sebagai produk yg paling ekonomis. Tidak hanya dari harga jualnya, tetapi harga perawatannya juga bakal ekonomis dengan adanya strategi common parts. Jika ada yg rusak, maka spare-partnya sudah ada duluan (bahkan sebelum V-ixion hadir). Dan jangan tanya harganya. Kita tahu bahwa sparepart Yamaha terkenal lebih murah dibanding merek lain.
Kesimpulan
Rasanya kita bakal sepakat kalau V-ixion ini bakal merajai. Pemakainya tidak hanya dari penggila motor sport/cruiser, tetapi juga penggila bebek sport yg ingin motor performa tinggi plus tampilan macho. Diperkirakan akan ada switching besar-besaran dari fanatikan merek pesaing ke Yamaha.
Pemakai dan penggemar Yamaha MX 135LC sendiri mungkin tidak bakal banyak terpengaruh, tetapi pengguna bebek merek lain bakal geregetan menjajal V-ixion. Mungkin penggila motor sport/cruiser kelas atas, yaitu pengguna motor di atas 200 cc belum akan beralih ke V-ixion karena pertimbangan kecilnya body V-ixion. Tetapi diperkirakan pangsa pasarnya bakal stagnan alias tidak banyak mengalami perkembangan. Bukan tidak mungkin kalau nasibnya bakal seperti Suzuki Thunder 250 cc yg telah menyerah duluan. Mari kita amati perkembangan penjualan Honda Tiger 2000 dan Yamaha Scorpio. Apakah mereka akan kena imbasnya?
Tetapi ada 1 catatan bagi Yamaha, yaitu harus semakin diketatkannya quality control pada produknya. Walau pun saat ini Yamaha telah sangat baik dalam menjaga kualitas produk dan layanan purna jualnya, jangan sampai cacat pada MX produksi pertamanya terulang. Mungkin dulu MX tergesa-gesa dikeluarkan sehingga kualitasnya dikorbankan? Semoga ini tidak terjadi dengan V-ixion. Dan jeda waktu pameran dengan rilisnya yg panjang ini diharapkan dapat membuat V-ixion tampil sempurna.
Selamat datang V-ixion. Selamat meramaikan pasar Indonesia.